AQWAAL AS_SALAF

Abdullah bin Mas’ud -radhiyallaahu ta’ala ‘anhuma- berkata:

إِنَّكُمْ سَتَجِدُوْنَ أَقْوَامًا يَزْعُمُوْنَ أَنَّهُمْ يَدْعُوْنَكُمْ إِلَى كَتَابِ اللهِ وَقَدْ نَبَذُوْهُ وَرَاءَ ظُهُوْرِهِمْ فَعَلَيْكُمْ بِالْعِلْمِ وَإِيَّاكُمْ وَالتَّبَدُّعَ وَإِيَّاكُمْ وَالتَّنَطُّعَ وَإِيَّاكُمْ وَالتَّعَمُّقَ وَعَلَيْكُمْ بِالْعَتِيْقِ

“Kalian akan menemui golongan-golongan yang mengaku mengajak kalian kepada kitabullah, padahal mereka menaruhnya dibelakang punggung mereka. Maka kalian harus berilmu dan janganlah berbuat bid’ah, janganlah berlebih-lebihan dalam beramal ataupun perkataan dan berpeganglah kepada para pendahulu (salaf). ” (HR. Al-Lalika’iy, Syarhu Ushuli I’tiqodi Ahlis Sunnah wal Jama’ah, 1/97)

Abdullah bin Mas’ud -radhiyallaahu ta’ala ‘anhu- berkata:

الْقَصْدُ فِي السُنَّةِ خَيْرٌ مِنَ اْلإِجْتِهَادِ فِي اْلبِدْعَةِ

“Sederhana dalam Sunnah lebih baik dari pada bersungguh dalam masalah bid’ah.” (HR. Ad-Darimi, no. 223, dishahihkan oleh Al-Hakim dan disepakati oleh Adz-Dzahabi)

 

Abdullah bin Mas’ud -radhiyallaahu ta’ala ‘anhu- berkata:

مَنْ كَانَ مُتَأَسِّيًا فَلْيَتَأَسَّ بِأَصْحَابِ رَسُوْلِ اللهِ n فَإِنَّهُمْ أَبَرُّ قُلُوْبًا وَأَعْمَقُهَا عِلْمًا وَأَقَلُّهَا تَكَلُّفًا وَأَقْوَمُهَا هَدْيًا وَأَحْسَنُهَا حَالاً، قَوْمٌ اِخْتَارَهُمُ الله ُلِصُحْبَةِ نَبِيِّهِ وَإِقَامَةِ دِيْنِهِ، فَاعْرِفُوْا لَهُمْ فَضْلَهُمْ وَاتَّبِعُوْا آثاَرَهُمْ فَإِنَّهُمْ كَانُوْا عَلَى اْلهُدَى اْلمُسْتَقِيْمِ

“Barangsiapa yang mengikuti seseorang,  hendaklah ia mengikuti para shahabat Rasulullah -shallallaahu ‘alaihi wa sallam-, karena sesungguhnya hati mereka adalah sebaik-baik hati  manusia. Ilmu mereka adalah sedalam-dalam ilmu manusia. Mereka paling sedikit bebannya (tidak mengadakan urusan-urusan yang memberatkan diri), paling lurus jalan (hidup)nya dan paling baik keadaan akhlaknya. Suatu kaum yang dipilih oleh Allah untuk menjadi sahabat Nabi-Nya dan menegakkan agama-Nya, maka ketahuilah  keutamaan mereka dan ikutilah atsar-atsarnya (jejak langkahnya) karena sesungguhnya mereka berada di atas jalan yang lurus.” (I’lamul Muwaqi’in, 4/139)

Malik bin Anas -rahimahullaahu ta’ala- berkata:

لاَيَصْلُحُ آخِرُ هَذِهِ اْلأُمَّةِ إِلاَّ بِمَا صَلُحَ بِهِ أَوَّلهُاَ

“Generasi akhir ummat ini tidak akan baik kecuali dengan (jalan hidup) yang telah menjadikan baik generasi pendahulunya.”

Malik bin Anas -rahimahullaahu ta’ala- berkata:

إنّما أنا بشر أخطئ وأصيب, فانظروا في رأيي , فكلّ ماوافق الكتاب والسنّة فخذوه, وما لم يوافق الكتاب والسنّة فاتركوه

“Sesungguhnya diriku adalah seorang manusia yang terkadang benar dan terkadang salah. Maka perhatikanlah pendapatku; jika sesuai dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah, maka ambillah, dan segala sesuatu yang tidak sesuai dengan keduanya, maka tinggalkanlah.”

Malik bin Anas -rahimahullaahu ta’ala-  berkata:

مَنِ ابْتَدَعَ فِيْ اِلإِسْلاَمِ بِدْعَةً يَرَاهَا حَسَنَةً فَقَدْ زَعِمَ أَنَّ مُحَمَّدًا خَانَ الرِّسَالَةَ، لِأَنَّ اللهَ تَعَالَى يَقُوْلُ: (الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِيْنَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِيْ وَرَضِيْتُ لَكُمُ اْلإِسْلاَمَ دِيْنًا) فَمَا لَمْ يَكُنْ يَوْمَئِذٍ دِيْنًا فَلاَيَكُنِ اْليَوْمَ دِيْنًا

“Barangsiapa mengada-adakan dalam Islam suatu bid’ah dia melihatnya sebagai suatu kebaikan maka dia telah menuduh Muhammad mengkhianati risalah, karena Allah telah berfirman: ‘Pada  hari ini telah Ku sempurnakan untukmu agamamu, dan telah kucupkan nikmat-Ku kepadamu, dan telah Ku ridhoi Islam menjadi agamamu.’ Maka sesuatu yang bukan termasuk ajaran agama pada hari itu (saat hidup Rasul), bukan pula termasuk ajaran agama pada hari ini.”

Sufyan Ats-Tsauri -rahimahllaahu ta’ala-  berkata:

الْبِدْعَةُ أَحَبُّ إِلَى إِبْلِيْسَ مِنَ اْلمَعْصِيَّةِ. اْلمَعْصِيَّةُ يُتَابُ مِنْهَا وَاْلبِدْعَةُ لاَيُتَابُ مِنْهَا (شرح أصول الإعتقاد أهل السنة

“Perbuatan bid’ah itu lebih disukai iblis dari pada perbuatan maksiat, karena yang melakukan maksiat akan bertaubat dari kemaksiatannya sementara orang yang melakukan bid’ah tidak akan bertaubat dari kebid’ahannya.” (Syarh Ushulil I’tiqadi Ahli Sunnah wal Jama’ah, Al-Lalikaiy 1/132)

 

Umar bin Abdul Aziz -rahimahullaahu ta’ala- berkata:

أُصِيْكُمْ بِتَقْوَى اللهِ تَعَالَى، وَاْلإِقْتِصَادِ فِيْ أَمْرِهِ، وَاتِّبَاعِ سُنَّةِ رَسُوْلِه n  ، وَتَرَكَ مَا أَحْدَثَ الْمُحْدِثُوْنَ بَعْدُ

“Aku berwasiat kepadamu untuk selalu bertakwa kepada Allah, menjalankan perintah-Nya, mengikuti Sunnah Rasul-Nya, dan meninggalkan sesuatu yang disampaikan oleh orag-orang yang senantiasa menciptakan hal-hal yang baru (dalam masalah agama) sepeninggalanku.”

Ibnul Qayyim al-Jauziyyah -rahimahullaahu ta’ala- berkata:

قال ابن القيم رحمه الله : الأَعْمَالُ أَرْبَعَةٌ: وَاحِدٌ مَقْبُوْلٌ، وَثَلَاثَةٌ مَرْدُوْدَةٌ، فَلْمَقْبُولُ مَاكَانَ للهُ خَالِصًا وَلِلسُّنَّةِ مُوَافِقًا، وَالمَرْدُوْدُ مَافَقَدَ مِنْهُ الوَصْفَانِ أَوْ أَحَدُهُمَا، وَذَلِكَ أَنَّ الأَعْمَالَ المَقْبُوْلُ هُوَ مَا أَحَبَّ اللهُ وَرَضِيْهِ، وَهُوَ سُبْحَانَه إِنَّمَا يُحِبُّ مَا أَمَرَ بِهِ وَمَا أُمِلَ لِوَجْهِهِ، وَمَا عَدَا ذلِكَ مِنَ الأَعْمَالِ فَإِنَّه لَا يُحِبُّهَا، بَلْ يُمْقِتُهَا وَيُمْقِتُ أَهْلَهَا.

“Amalan itu ada empat macam, yang satu diterima dan yang tiga tertolak, adapun yang diterima adalah amalan yang ikhlas karena Allah dan sesuai dengan sunnah (Rasul-Nya), dan amalan yang tertolak adalah yang kedu atau salah satunya tidak ada pada amalan itu atau, karena amalan yang diterima itu adalah yang disukai dan diridlai oleh Allah, sedangkan Allah hanya menyukai amalan yang Dia perintahkan saja dan diamalkan untuk mencari ridla Nya, maka apa yang selainnya tidak akan menyebabkan Allah suka, bahkan Dia akan membencinya dan membenci pelakunya.” (Al-Jaami’ fii Thalabil Ilmi as-Syariif – Abdul Qadir bin Abdil Aziz –  jilid III, bab IV,  hal. 37 ).

Asy-Syathibi -rahimahullaahu ta’ala- berkata:

إِنَّ الْجَمَاعَةَ مَا كَانَ عَلَيْهِ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم وَأَصْحَابُهُ وَالتَّابِعُوْنَ لَهُمْ بِإِحْسَانٍ

“Sesungguhnya jama’ah adalah apa yang (ditempuh) oleh Nabi -Shallallahu ‘Alaihi wa sallam- para sahabatnya dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik.” (Ushuul al-Iman, hal. 276)

Responses

  1. Assalamualaykum ya akhi, mhn info itu yang dijadikan gambar banner siapa ya? syukron

  2. aqwal salafnya bagus, boleg copy ya


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: