Oleh: dakwahwaljihad | Maret 13, 2014

Nashibi, dalam Pandangan Ahlus Sunnah dan Syiah

NASHIBI, DALAM PANDANGAN AHLUS SUNNAH DAN SYIAH

Oleh: Mujiburrahman Abu Sumayyah

nashibi1Bismillaah washallaahu was salaamu ‘ala Rasuulillaah wa ‘ala aalihi wa ash-habibi ajma’in.

Saudaraku… Bagi orang awwam atau mereka yang belum memahami betul tentang aqidah Syiah, maka akan kesulitan untuk mendeteksi setiap penganut Syiah atau mereka yang terinveksi virus Syiah (berpemikiran Syiah), karena di samping penampilan mereka seperti kaum muslimin pada umumnya, mereka juga bersikap seperti bunglon. Di satu sisi mereka berwajah Syiah, namun pada sisi yang lain mereka berwajah Muslim.

Namun, bukanlah hal yang sulit bagi mereka yang telah mempelajari tentang aqidah dan pemikiran Syiah untuk mengetahui mana kalangan Syiah atau minimal orang yang sudah terkena virus Syiah.

Sebagai contoh, seorang yang berakun Abu Thoriq, Komandan Dzulfiqor FPI-Surakarta, salah satu murid ust. Mudzakir. Dalam satu kesempatan berkomentar di salah satu status:

“Nashibi yakni mereka yang membenci Ali dan mendahulukan yang lain atas beliau.”

1481981_638970166138369_2037501544_n

Entah dirinya mengambil penjelasan tentang nashibi ini darimana, dari gurunya yang telah mengajarinya selama ini atau hanya sekedar copast dari situs-situs Syiah tanpa menyadari dan mengetahui maksudnya.

Lalu, dari pengertian nashibi yang ditulis (dicopast) oleh Abu Thoriq di atas, sebagian pembaca mungkin akan bertanya-tanya, “Dimanakah pernyataan Abu Thoriq di atas yang menunjukkan bahwa dirinya terjerumus kepada pemikiran Syiah?”

Maka, pada kesempatan kali ini kita akan menyingkap satu syubhat Syiah yang tidak dipahami oleh sebagian besar kaum muslimin ini, yaitu syubhat tentang nashibi.

Bagi pembaca sekalian yang belum memahami maksud dari nashibi berikut penjelasannya sesuai yang dipahami kalangan Ahlussunnah maupun pengertian nashibi dalam kacamata Syiah, maka alangkah baiknya menyimak penjelasan ringkas berikut ini.

Nashibi dalam Pengertian Ahlus Sunnah

An-Nawaashib bentuk jama’ dari an-naashib. Dalam kamus Al-Munawwir, hal. 1423 disebutkan bahwa kata naashabahu berarti ‘aadaahu wa qaawamahu (memusuhi dan melawannya). Dikatakan, nashaba lahul harba, artinya berperang melawannya.

Sedangkan dalam Taajil ‘Arus min Jawaahiril Qamus, (4/277) disebutkan bahwa nawashib, naashibah, dan ahlu nashab berarti orang-orang yang membenci Ali radhiyallaallu ‘anhu dan menganggap kebenciannya sebagai ibadah. Sebab mereka; nashabuu lahu, yakni memusuhi beliau. Inilah asal katanya. Jadi, setiap orang yang membenci Ahlul Bait, maka ia tergolong sebagai nawashib.

Dalam Lisanul ‘Arab dan Minhajus Sunnah, (4/554) disebutkan bahwa mereka adalah orang-orang yang berkeyakinan bahwa membenci dan memusuhi ‘Ali bin Abi Thalib dan anak cucunya (Ahlul Bait) merupakan bagian dari agama. Mereka sangat bangga ketika berhasil menyakiti Ahlul Bait, sampai-sampai tokoh kondang mereka yang bernama ‘Imran bin Hiththan melantunkan bait-bait kegembiraannya atas keberhasilan Abdurrahman bin Muljim Al-Muradi dalam operasinya membunuh ‘Ali bin Abi Thalib. Bait “petaka” itu adalah sebagai berikut:

“Duhai sebuah tebasan pedang dari seorang yang kembali kepada Allah.

Tidaklah dia melakukannya kecuali untuk meraih ridha Allah.

Sungguh hari-hariku selalu mengingatnya.

Karena keyakinanku bahwa dia (Abdurrahman bin Muljim) adalah seorang yang telah meraih pahala besar di sisi Allah.” (Al-Milal Wan Nihal, Asy-Syahrastani, hal. 120)

Saudaraku…! Sikap Ahlussunnah terhadap Nawashib sudah jelas. Kiranya cukup bagi kita mengutip pernyataan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullaah, seorang yang dianggap oleh Syiah sebagai sosok yang paling keras memusuhi mereka. Hal ini disebabkan beliau membuat ensiklopedi terbesar yang tak terbantahkan yang membongkar kesesatan Syiah dan membantah syubhat-syubhat mereka, Minhajus Sunnah An-Nabawiyyah. Beliau mengatakan, “Mencaci-maki Ali dan mengutuknya termasuk tindakan durhaka yang layak digolongkan sebagai sifat kelompok pendurhaka.”

Dengarkanlah apa yang dikatakan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullaah lagi, setelah beliau membahas sikap Ahlussunnah terhadap Yazid, mendudukkan persoalan yang sebenarnya dan menjelaskan perbedaan pendapat yang terjadi tentang Yazid (hal ini sudah saya sebutkan dalam artikel sebelumnya berkaitan kedustaan Ust. Mudzakir tentang Yazid), maka beliau (Ibnu Taimiyyah) mengatakan, “Orang yang telah membunuh Husein dan yang turut serta membantu membunuhnya, ataupun mereka yang rela atas pembunuhan itu, semoga ia dikutuk oleh Allah, para malaikat dan segenap ummat manusia.” (Majmu’ al-Fatawa, 4/487 ).

Nashibi dalam Pandangan Syiah

Untuk mengetahui hakikat nashibi di mata Syiah, kita bisa merujuk kepada perkataan-perkataan para “ulama” mereka yang terdapat dalam kitab-kitab mereka.

Al Anwar an Nu'maniyahNikmatullah Al-Jazairy, seorang ulama Syiah kontemporer menulis dalam kitabnya Al-Anwar an-Nu’maniyah juz 2 hal. 307 :

وقد روي عن النبي صلى الله عليه وسلم أن علامة النواصب تقديم غير علي عليه

“Dan telah diriwayatkan dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa diantara ciri khas orang-orang nawashib adalah: mendahulukan selain Ali atasnya.”

Tentunya ini hanyalah riwayat dusta si Nikmatullah al-Jazairy yang disandarkan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Lebih keras lagi dia mengatakan dalam kitab yang sama,

إنهم كفار، أنجاس، بإجماع علماء الشيعة الإمامية، وإنهم شر من اليهود والنصارى، وإن من علامات الناصبي : تقديمَ غير علي عليه في الإمامة

“Mereka adalah orang-orang kafir yang najis berdasarkan ijma’ ulama’ Syiah Imamiyyah. Mereka lebih jahat dari Yahudi dan Nashrani. DARI TANDA ORANG YANG MEMBANGKANG (NASHIB) ADALAH YANG LEBIH MENGUTAMAKAN ALI DALAM IMAMAH.”

Lalu, siapakah orang yang mendahulukan Abu Bakar dan Umar atas Ali? Ya, setiap Ahlus Sunnah beri’tiqad (berkeyakinan) demikian. Maka atas dasar perkataan ulama mereka di atas, Ahlus Sunnah adalah nawashib dalam pandangan mereka.

Hal ini pula dikuatkan dengan pernyataan Al-Majlisi dalam Bihar Al-Anwar-nya juz 69 hal 135: (http://www.al-shia.org/html/ara/books/lib-hadis/behar69/113.htm)

كتبت إلى أبي الحسن عليه السلام أسأله عن الناصب هل أحتاج في امتحانه إلى أكثر من تقديمه الجبت والطاغوت واعتقاد إمامتهما ؟ فرجع الجواب : من كان على هذا فهو ناصب

Dalam riwayat di atas dijelaskan bahwa mereka yang mendahulukan jibt dan thaghut serta ber‘itiqad tentang sahnya kepemimpinan mereka berdua adalah NASHIBI. Kalangan Syi’ah menjuluki Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu dengan sebutan jibt dan Umar radhiyallahu ‘anhu dengan julukan thaghut.

Lihatlah tulisan orang Syiah yang terang-terangan menghina Abu Bakar dan Umar dengan sebutan di atas, mendoakan keburukan kepada mereka pada statement yang dia buat berdasarkan riwayat-riwayat dari kitab Syiah sendiri pada link berikut ini: http://www.yahosein.com/vb/showthread.php?t=159883. Disebutkan pada link tersebut, diantaranya :

كلّ من اعتقد بإمامة الجبت والطاغوت (لعنهما الله) فهو ناصبي

“Siapa saja yang beri’tiqad (akan sahnya) kepemimpinan jibt dan thaghut (semoga Allah melaknat mereka berdua), maka ia adalah NASHIBI

Kesimpulan

TELAH GAMBLANG…!!! Apa yang ditulis oleh Abu Thoriq di atas adalah pengertian nashibi dalam pandangan Syiah. Sehingga, kita bisa mengambil kesimpulan bahwa seorang yang mendefinisikan nashibi dengan pengertian di atas ada dua kemungkinan, seorang Syiah atau minimal orang yang sudah terkena virus (syubhat) Syiah.

Konsekuensi orang yang berkeyakinan bahwa nashibi adalah orang yang mendahulukan yang lain atas Ali bin Abu Thalib berarti berkeyakinan bahwa para shahabat dan orang-orang yang mengikuti mereka dari kalangan Ahlus Sunnah adalah nashibi alias pembangkang. Wallaahul musta’aanu ‘ala maa yasifuun. Wallaahu a’lam bish shawwab.

 


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: