Oleh: dakwahwaljihad | November 24, 2012

Inilah “Wahhabi” !!! (Bagian 2)

INILAH “WAHHABI” !!! (Bagian 2)[1]

Oleh : Mujiburrahman Abu Sumayyah

Telah gamblang dalam artikel sebelumnya bahwa ciri-ciri “Wahhabi” menurut pengakuan para pembencinya adalah mereka yang bercelana cingkrang, berjenggot dan berjidat hitam. Akan tetapi hal itu ternyata malah semakin menunjukkan bahwa kalangan “Wahhabi” adalah para pecinta sunnah Nabi sejati. Sehingga orang “awwam” yang masih mau mempergunakan akal dan hatinya dengan baik akan nyadar bahwa sebenarnya selama ini mereka menjadi “korban penipuan” para pendusta yang sok tahu agama.

“Wahhabi” Mengganti Gelar “AS” dengan “RA”?

Pada kesempatan kali ini kita akan membahats ciri “Wahhabi” yang lain sebagaimana diungkapkan oleh seorang Syi’ah Rafidhah, yaitu: mereka yang  telah mengganti gelar “alaihi/ha as-salaam (AS)” untuk seorang shahabat, khususnya kalangan “Ahlul Bait” (versi Syi’ah) dengan kalimat “radhiyallaahu ‘anhu/ha (RA)”.

=====================


Cindy Claudya :

Bahkan Wahabi dg pengecutnya telah merubah kalimat “‘Alaiha Salam” utk Sayyidah Fatimah dg kalimat “Rodiyallahu ‘Anha” dlm Sohih Bukhori.

sekitar sejam yang lalu • Suka • 1

======================

Pernyataan si Rafidhah di atas semakin meyakinkan saya bahwa kalangan Rafidhah ini jarang (bahkan tidak pernah) membuka apalagi membaca terlebih lagi mengerti makna dan memahami maksud dalam ayat-ayat dalam al-Qur’an. Bagaimana mungkin membaca al-Qur’an, apalagi memahaminya sementara mereka berkeyakinan bahwa kitab al-Qur’an pada hari ini telah dirubah-rubah oleh “para pengkhianat”.[2]

Sehingga si Rafidhah satu ini yang menjadi perwakilan dari seluruh Rafidhah di kolong langit ini[3] mengatakan sesuatu yang malah semakin membuktikan kebusukan ajarannya. Yaitu dirinya mengatakan bahwa gelar “alaihi/ha as-salaam” pada nama para shahabat Fathimah atau pada “Ahlul Bait” diganti dengan gelar “radhiyallaahu ‘anhu/ha” oleh kalangan yang mereka sebut dengan “Wahhabi”.

Busyro (Kabar Gembira) Bagi “Wahhabi” !!!

Maka saya kabarkan kepada kalian wahai “Wahhabi”, sungguh anda termasuk orang-orang yang beruntung. Kenapa? Karena kalian adalah orang-orang yang tidak pernah menyelisihi ayat-ayat Allah -ta’ala-, apalagi mengingkarinya. Tidak mengada-adakan sesuatu (dalam perkara dien ini) kecuali di dalamnya memang ada nash yang jelas dari Allah dan Rasul-Nya. Dan diantara perkara tersebut adalah pemberian gelar pada seorang shahabat Rasul. “Wahhabi” memberikan gelar “radhiyallaahu ‘anhu/ha” kepada orang-orang yang telah mendapatkan keridhaan dari Allah -ta’ala- bukan hanya kepada kalangan “Ahlul Bait” saja, akan tetapi kepada semua shahabat Nabi,karena hal ini memang ada nash yang menjelaskannya, yaitu:

Firman Allah -ta’ala- :

وَالسَّابِقُونَ الأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالأَنصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُم بِإِحْسَانٍ رَّضِيَ اللّهُ عَنْهُمْ وَرَضُواْ عَنْهُ

“Dan orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari golongan Muhajirin dan Anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah.” (QS. at-Taubah : 100)

Begitu pula dalam QS. al-Mujadilah : 22, sebuah ayat yang menceritakan tentang pribadi para shahabat dan ayat ini sekaligus menjadi “tamparan maut” (yang mematikan) buat kalangan Rafidhah itu. Silakan dibaca dan direnungi dengan seksama:

لَا تَجِدُ قَوْماً يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ يُوَادُّونَ مَنْ حَادَّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَلَوْ كَانُوا آبَاءهُمْ أَوْ أَبْنَاءهُمْ أَوْ إِخْوَانَهُمْ أَوْ عَشِيرَتَهُمْ أُوْلَئِكَ كَتَبَ فِي قُلُوبِهِمُ الْإِيمَانَ وَأَيَّدَهُم بِرُوحٍ مِّنْهُ وَيُدْخِلُهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ أُوْلَئِكَ حِزْبُ اللَّهِ أَلَا إِنَّ حِزْبَ اللَّهِ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

“Kamu tak akan mendapati kaum yang beriman pada Allah dan hari akhirat, saling berkasih-sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka. Mereka itulah orang-orang yang telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang daripada-Nya. Dan dimasukkan-Nya mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Allah ridha terhadap mereka, dan merekapun merasa puas terhadap (limpahan rahmat)-Nya. Mereka itulah golongan Allah. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya golongan Allah itu adalah golongan yang sukses.” (QS. al-Mujadilah : 22)

Imam Ibnu Katsir –rahimahullaahu ta’ala– menjelaskan dalam al-Qur’an al-Adzim-nya bahwa ayat ini turun kepada Abu ‘Ubaidah, Abu Bakar, Mus’ab bin ‘Umair, ‘Umar bin al-Khaththab, Hamzah bin ‘Abdul Muthalib, ‘Ali bin Abi Thalib, ‘Ubaidah bin Harits dan yang lainnya pada saat Perang Badr.[4] Sungguh Allah telah meridhai mereka semua. Radhiyallaahu ‘anhum.

JADI, TERNYATA GELAR “RADHIYALLAAHU ‘ANH” ITU DARI ALLAH TA’ALA. MAKA BAGI ANDA YANG DIKASIH LEBEL “WAHABI”, SAYA KATAKAN, “JANGAN SEDIH, JANGAN MALU, JANGAN JENGKEL DAN JANGAN MERASA HINA. TAPI BERBANGGA DAN BERBAHAGIALAH ANDA!!! “WAHHABI” ADALAH GELAR BAGI GOLONGAN AL-WAHHAB (ALLAH –TA’ALA-), YAITU MEREKA YANG TAK PERNAH MENYELISIHI DAN MENGINGKARI AYAT-AYATNYA.

Laa Takhaf wa Laa Tahzan !!!

Jika diantara anda masih merasa minder atau sedih karena sebagian orang mengatakan  bahwa anda “Wahhabi” disebabkan anda berperilaku dan berpenampilan sesuai aturan Allah dan Rasul-Nya, maka baca dan renungilah firman Allah –ta’ala- ini:

قَدْ نَعْلَمُ إِنَّهُ لَيَحْزُنُكَ الَّذِي يَقُولُونَ فَإِنَّهُمْ لاَ يُكَذِّبُونَكَ وَلَكِنَّ الظَّالِمِينَ بِآيَاتِ اللّهِ يَجْحَدُونَ

“Sesungguhnya Kami mengetahui bahwasanya apa yang mereka katakan itu menyedihkan hatimu, (janganlah kamu bersedih hati) karena sebenarnya mereka itu bukan mendustakan kamu, AKAN TETAPI ORANG-ORANG DHALIM ITU MENGINGKARI AYAT-AYAT ALLAH.” (QS. al-An’am : 33)

Ya, mereka bukan mendustakan anda. Akan tetapi mereka itu mengingkari ayat-ayat Allah –ta’ala-.

Pesan Untuk Rafidhah dan Semisalnya

Saya katakan kepada mereka para Rafidhah dan yang sepemahaman dengan mereka dalam masalah “Wahhabi” ini, bahwa Allah –ta’ala– telah berfirman untuk kalian:

إِنَّ الَّذِينَ يُلْحِدُونَ فِي آيَاتِنَا لَا يَخْفَوْنَ عَلَيْنَا أَفَمَن يُلْقَى فِي النَّارِ خَيْرٌ أَم مَّن يَأْتِي آمِناً يَوْمَ الْقِيَامَةِ اعْمَلُوا مَا شِئْتُمْ إِنَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

“Sesungguhnya orang-orang yang mengingkari ayat-ayat Kami, mereka tidak tersembunyi dari Kami. Maka apakah orang-orang yang dilemparkan ke dalam neraka lebih baik, ataukah orang-orang yang datang dengan aman sentosa pada hari Kiamat? PERBUATLAH APA YANG KALIAN KEHENDAKI. Sesungguhnya Dia Maha Melihat apa yang kalian kerjakan.” (QS. Fushilat : 40)

Begitu pula dalam ayat ini:

وَمَا يَجْحَدُ بِآيَاتِنَا إِلَّا كُلُّ خَتَّارٍ كَفُورٍ

“Dan tidak ada yang mengingkari ayat-ayat Kami selain orang-orang yang tidak setia lagi ingkar.” (QS. Lukman : 32)

Allah –ta’ala– berfirman pula:

وَمَا يَجْحَدُ بِآيَاتِنَا إِلَّا الْكَافِرُونَ

“Dan tiadalah yang mengingkari ayat-ayat kami selain orang-orang kafir.” (QS. al-Ankabut : 47)

كَذَلِكَ يُؤْفَكُ الَّذِينَ كَانُوا بِآيَاتِ اللَّهِ يَجْحَدُونَ

“Seperti demikianlah dipalingkan orang-orang yang selalu mengingkari ayat-ayat Allah.” (QS. al-Mukmin :63)

Demikianlah. Semoga bermanfaat.

InsyaAllah bersambung pada bagian ketiga. Wassalam.


[1] Artikel ini sudah diposting dalam forum Facebook, tapi tidak ada salahnya saya mempostingnya lagi di blog ini dengan sedikit penambahan dan sebagai kelanjutan dari artikel sebelumnya.

[2] Kalangan Syi’ah menganggap bahwa para shahabat Nabi adalah “Para Pengkhianat”, maksudnya mereka telah mengkhianati hak kekhalifahan ‘Ali –radhiyallaahu ‘anh-.

[3] Karena saya yakin bahwa semua Syi’ah berkeyakinan sebagaimana Syi’ah satu ini. Dan ini bisa dibuktikan lewat literatur-literatur yang menjadi rujukan ulama’ mereka.

[4] Pada saat Perang Badr, Abu Ubaidah membunuh bapaknya yang masih musyrik, Abu Bakar membunuh Abdurrahman (anaknya), Mush’ab bin ‘Umair membunuh ‘Ubaid bin ‘Umair (saudaranya), ‘Umar membunuh kerabatnya, begitupula  Hamzah, ‘Ali, ‘Ubaidah bin al-Harits membunuh ‘Utbah, Syaibah, dan al-Walid bin ‘Utbah. (Lihat: Al-Qur’an al-‘Adzim, Maktabah Taufiqiyah, jld 8, hal. 42)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: