Oleh: dakwahwaljihad | Mei 4, 2012

Waspada Terhadap Syi’ar-Syi’ar Syi’ah !!!

WASPADA TERHADAP SYI’AR-SYI’AR SYI’AH !!!

Oleh: Mujiburrahman Abu Sumayyah

Di tengah-tengah penderitaan yang dialami oleh kaum muslimin yang berada di Iran, Irak, dan Suriah akibat intimidasi yang dilakukan oleh musuh-musuh Islam khususnya dari kalangan Syi’ah, baik Rafidhah maupun Nusairiyyah, tentunya kita sebagai orang yang beriman yang tinggal di negara yang penduduk muslimnya terbanyak di dunia ini merasa bersedih dan sakit atas apa yang diderita oleh saudara-saudara kita tersebut Bagaimana tidak sedih, sedangkan Rasulullah -shallallaahu ‘alaihi wa sallam- pernah bersabda yang diriwayatkan oleh Nu’man bin Basyir -radhiyallaahu ‘anhu-:

تَرَى الْمُؤْمِنِينَ فِي تَرَاحُمِهِمْ وَتَوَادِّهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ كَمَثَلِ الْجَسَدِ إِذَا اشْتَكَى عُضْوًا تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ جَسَدِهِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى.

“Kamu akan melihat orang-orang mukmin dalam hal saling mengasihi, mencintai, dan menyayangi bagaikan satu tubuh. Apabila ada salah satu anggota tubuh yang sakit, maka seluruh tubuhnya akan ikut terjaga dan panas (turut merasakan sakitnya).” (HR. Al-Bukhari, dan Muslim)

Larut dalam kesedihan sebagai rasa solidaritas kita kepada mereka saja tidak cukup. Namun wujud solidaritas kita kepada mereka bisa diungkapkan dengan tindakan nyata. Baik memberikan bantuan berupa harta, jiwa, maupun do’a. Ataupun dengan melakukan tindakan nyata yang kelihatannya sepele, seperti membuang atau tidak memajang slogan-slogan atau foto-foto yang membantu syi’ar atau dakwah musuh-musuh terutama Syi’ah dan memperingatkan manusia akan bahayanya memajang slogan atau foto tersebut.

Disadari atau tidak, disengaja atau tidak, ternyata ada sebagian kaum muslimin yang memajang slogan-slogan atau foto-foto yang mendukung dakwah musuhnya sendiri terutama Syi’ah. Baik dia memajangnya di komputer, hp, facebook, ataupun yang lainnya. Padahal diantara foto-foto yang mereka pajang ini ternyata membawa dampak yang sangat berbahaya terutama bagi aqidahnya kaum muslimin.

Misalnya saja foto-foto ini:

Kalau kita memandang foto-foto di atas secara sekilas, maka tidak ada yang aneh dengan foto-foto tersebut, karena tidak ada bedanya dengan foto-foto anak-anak kecil yang lain. Bahkan menurut sebagian orang, foto-foto di atas sangat menarik karena mereka memandang anak-anak kecil tersebut cantik, cakep, imut dan lain-lain.

Seperti seorang teman fb berkomentar ke saya:

“emg foto d profil tuh siah ya? Wah aku gk tau cm liat gadis kecil cantiknya aja.”

Bagi kalangan Syi’ah yang menyaksikan ada sebagian kaum muslimin yang memajang foto-foto di atas, maka mereka akan bangga dan senang hati. Kenapa mereka bangga? Karena ternyata ada orang di luar kalangan mereka yang ternyata musuhnya ikut menyebarkan syi’ar dan dakwah mereka.

Indikasi foto Syi’ah dan kesyirikan di dalamnya

“Foto-foto di atas adalah syi’ar orang-orang Syi’ah? Bagaimana mungkin? Mana indikasi yang menunjukkan hal tersebut?” Bagi sebagian kaum muslimin yang terlanjur memajang foto-foto di atas dan dirinya juga mengetahui kesesatan ajaran Syi’ah dan kejahatan Syi’ah terhadap kaum muslimin baik di Iran, Iran maupun di Suriah kemungkinan dalam hati  akan bertanya demikian. Perasaan kaget, tidak percaya dan bingung menyatu dalam dirinya. Apa yang aneh dengan foto-foto di atas sehingga menunjukkan syi’ar Syi’ah? Kalau begitu foto-foto tersebut dan yang semisalnya sangat berbahaya?

Saya jawab, “YA SANGAT BERBAHAYA. Bahkan bisa berdampak negatif terutama terhadap aqidah umat.”

Lantas, bagian mana dalam foto-foto tersebut yang mengindikasikan bahwa itu semua adalah foto-foto Syi’ah dan menunjukkan syi’ar mereka dan apa bahaya yang ditimbulkan dari foto-foto tersebut?

Kalau kita perhatikan foto-foto itu dengan cermat dan teliti, maka akan nampak jelas kesyirikan di dalamnya. Silakan anda perhatikan:

1. Pada ikat kepala anak-anak tersebut yang dilingkari merah terdapat tulisan “يا زهراء” “يا فاطمة” “يا حسين”.

Bagi yang belum tahu arti tulisan tersebut di atas, maka saya perjelas maknanya:

  • “Yaa Zahra’ = wahai Fathimah az-Zahra’.” Jadi yang dimaksud Zahra’ adalah Fathimah (puteri Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam).
  • “Yaa Husein = wahai Husein (cucu Rasulullah shallallaahu ‘alahi wa sallam)”.
  • Kemudian ada tulisan lagi “Yaa Haidar = wahai Singa jantan/pemberani”. Yang dimaksud dengan Haidar adalah ‘Ali bin Abi Thalib.

Mungkin bagi anda yang belum paham akan bertanya, “Apa maksudnya? Kenapa hanya karena tulisan-tulisan tersebut ada indikasi bahwa itu adalah foto-foto Syi’ah, bahkan menunjukkan kesyirikan yang amat jelas di dalamnya? Bukankah yang mereka sebut-sebut itu adalah manusia-manusia mulia?”

Perlu anda ketahui wahai saudaraku Ahlus Sunnah, bahwa itulah salah satu dari sekian banyak bentuk kesyirikan yang nampak pada kaum Syi’ah. Yaitu mereka lebih suka menyeru kepada ‘Ali, Fathimah, Husein[1], Zainab, ketimbang menyeru kepada Allah ta’ala. Mereka bersikap ghuluw (berlebih-lebihan) terhadap manusia-manusia mulia tersebut sehingga mereka menjadikan manusia-manusia itu sekutu-sekutu Allah azza wa jalla. Sebagaimana orang-orang Nasrani yang bersikap ghuluw kepada Nabi ‘Isa ‘alaihi salam. Padahal sesungguhnya Allah azza wa jalla lah yang lebih berhak untuk mereka seru.

Jika kita membuka literatur-literatur Syi’ah, maka di sana kita akan menemukan banyak sekali riwayat yang menunjukkan kesyirikan sebagaimana di atas. Misalnya riwayat ini:

Al-Kulaini meriwayatkan di Usulul-Kafi, di dalam Kitabul Hujjah : (1/258) : Bab “Sesungguhnya para imam, jika mereka berkehendak untuk mengetahui, maka mereka pasti mengetahuinya”. Dari Jafar ia berkata : “Sesungguhnya Imam jika ia berkehendak mengetahui, maka ia pasti mengetahui, dan sesungguhnya para imam mengetahui kapan mereka akan mati, dan sesungguhnya mereka tidak akan mati kecuali dengan pilihan mereka sendiri.”

Atau kesyirikan itu akan semakin nampak jelas jika anda sekalian menyimak video  di sini: Kesyirikan Syi’ah

Dalam video tersebut, seorang Syi’ah dalam nyanyiannya mengatakan,

“Saya menyembah Haydar”

Kemudian dalam menafsirkan surat al-Fatihah, dia mengatakan:

“Ibumu az-Zahra adalah ar-Rahman ar-Rahiim,

Zainab adalah yang Menguasai Hari Pembalasan,

Kepada-Mulah kami menyembah, dan kepada-Mulah kami meminta pertolongan wahai Zainab”

Kemudian mengatakan lagi

“Laa illaha illaa Zahra’

Wahai Haydar (‘Ali), engkau adalah pencipta langit dan bumi,

Kemudian juga mengatakan, “Husein adalah Tuhanku.” Dan masih banyak lagi perkataan yang semisal.

Subhaanallaahi ‘ammaa yusyrikuun… Kita berlepas diri dari mereka dan apa yang mereka katakan itu.

Inilah BENTUK SYIRIK AKBAR, bukan lagi syirik yang samar (khafi). Dan ini adalah  kebiasaan kaum Syi’ah, kebiasaan menyeru “tuhan-tuhan” mereka selain Allah azza wa jalla. Makanya, tidak pernah kita dapai ada seorang ulama Syi’ah yang merespon, mengoreksi, mengkritik atau memberi label sesat atas perbuatan tersebut. Karena Syi’ah sendiri dibangun atas dasar kesyirikan kepada Allah ‘azza wa jalla.

2. Indikasi lain yang menunjukkan bahwa foto-foto di atas termasuk syi’ar Syi’ah adalah perbuatan seorang anak yang menepukkan tangan ke dadanya (lihat foto yang pertama dan ke empat). Ini juga merupakan kebiasaan sebagian kalangan Syi’ah, khususnya pada sepuluh hari bulan Muharram, atau pada puncak acara tersebut yaitu 10 Muharram atau ‘Asyura. Adapun bagi sebagian yang lain yang “bertubuh kebal”, maka mereka melakukan perbuatan yang lebih dari itu, yaitu membacok-bacok tubuhnya dengan alat-alat yang tajam sebagaimana tampak pada gambar di bawah ini.

Perbuatan seperti itu mereka lakukan sebagai ungkapan rasa sedih dan bela sungkawa (meratap[2]) atas meninggalnya Imam Husein di Padang Karbala sekaligus untuk mengenang beliau. Mereka juga berkeyakinan bahwa hal itu merupakan sarana pendekatan kepada Allah ta’ala dan merupakan bagian dari syi’ar Islam.[3]

Bahaya foto-foto di atas bagi aqidah kaum muslimin

Sebagaimana telah dijelaskan di atas, bahwa foto-foto Syi’ah tersebut memiliki bahaya atau dampak negatif terutama bagi aqidah kaum muslimin. Lalu apa dampak negatif negatif tersebut?

Seorang muslim yang aqidahnya bersih dari segala unsur kesyirikan dan kekufuran, maka dirinya akan menolak setiap bentuk kesyirikan dan kekufuran, baik yang besar maupun yang kecil, yang nampak maupun tersembunyi. Dia akan membuang jauh-jauh segala simbol atau syi’ar kesyirikan dan kekufuran yang berada di dekatnya, karena khawatir kalau Allah tidak akan memberikan rahmat kepadanya, sebaliknya malah memberikan laknat kepadanya. Sebagaimana telah kita ketahui bahwa diantara simbol-simbol kesyirikan dan kekufuran itu adalah foto-foto di atas.

Akan tetapi, mungkin ada sebagian kaum muslimin yang menganggap remeh tentang foto-foto yang bertuliskan kesyirikan di atas dengan mengatakan, “Ah, hanya foto saja ko’.”

Ketahuilah wahai saudara-saudaraku seiman, bahwa memajang foto-foto di atas jika ada unsur kesengajaan dan sadar, artinya paham dengan maksud yang terkandung dalam foto tersebut, maka hal itu termasuk perbuatan kufur.

Adapun jika tidak ada unsur kesengajaan dan kelalaian, artinya tidak tahu maksud yang terkandung dalam foto tersebut, maka hal itu bukanlah suatu kekufuran. Hanya saja, seseorang yang terlanjur memajang foto-foto itu hendaknya bertaubat kepada Allah ta’ala dan mencabut/membuang foto-foto tersebut.

Selain dampak negatif bagi aqidah umat, ternyata perbuatan seperti itu mendukung dakwah atau syi’ar orang-orang Syi’ah. Berarti secara tidak sengaja hal tersebut mendukung salah satu kinerja musuh Islam dalam dakwahnya. Padahal di belahan bumi yang lain, khususnya di Iran, Iran, dan Suriah, kaum muslimin sedang dibantai habis-habisan oleh kalangan Syi’ah. Tentunya kita tidak rela ketika saudara-saudara kita dibantai, sementara kita mendukung dakwah mereka.

Kenapa mereka menjadikan objek foto tersebut adalah anak kecil?

Sungguh, syaithan itu memang cerdik sekali membuat tipudaya untuk menjerumuskan manusia ke jurang kesesatan. Baik syaithan dari kalangan jin maupun manusia. Tapi ingatlah, bahwa tipu daya yang mereka rencanakan itu amatlah lemah.

Salah satu tipu daya syaithan manusia kali ini adalah menjadikan foto anak kecil sebagai objek penyesatan manusia. Pertanyaannya, kenapa mereka menggunakan foto anak kecil? Diantara alasannya bahwa anak kecil di atas, oleh sebagian orang dipandang cantik, cakep dan semisalnya. Tentunya hal ini akan menarik perhatian orang dan tidak banyak orang curiga. Maka, orang tanpa pikir panjang dan tanpa mempedulikan adanya sesuatu yang aneh dalam gambar tersebut, mereka langsung mengambil foto tersebut dan memajangnya. Dan saya yakin, tidak banyak kaum muslimin yang tahu maksud terselubung dari foto di atas.

Namun sebaliknya ketika yang berada di foto itu adalah orang dewasa atau bahkan orang tua Syi’ah, maka tentunya tidak banyak orang yang meminatinya, kecuali kalau dia seorang artis/binatang film. Misalnya saja foto-foto wanita-wanita Syi’ah ini:

 

Bantahan dan tantangan Allah atas pelaku kesyirikan

Ketahuilah, bahwa Allah ta’ala sangat tidak rela kalau diri-Nya disekutukan dengan sesuatu yang lain. Dia sangat cemburu kalau ada sebagian manusia yang menjadikan bagi-Nya sekutu-sekutu. Apalagi sekutu-sekutu itu merupakan ciptaan-Nya yang tidak mampu berbuat sebagaimana Allah ta’ala berbuat.

Di atas (di video) seorang Syi’ah dengan lantang mengatakan bahwa ‘Ali bin Abi Thalib adalah Pencipta Langit dan Bumi. Na’udzubillah. Berarti dia telah menjadikan ‘Ali sekutu bagi Allah ta’ala, dan kelak di akherat ‘Ali akan berlepas darinya. Tidakkah dia memperhatikan, bahwasanya Allah ta’ala berfirman:

إِنَّ رَبَّكُمُ اللّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ يُغْشِي اللَّيْلَ النَّهَارَ يَطْلُبُهُ حَثِيثاً وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ وَالنُّجُومَ مُسَخَّرَاتٍ بِأَمْرِهِ أَلاَ لَهُ الْخَلْقُ وَالأَمْرُ تَبَارَكَ اللّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ

“Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas ‘Arsy . Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam.” (QS. al-A’raf : 54)

Allah ta’ala juga berfirman:

أَلَمْ تَرَوْا كَيْفَ خَلَقَ اللَّهُ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ طِبَاقاً

“Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah menciptakan tujuh langit bertingkat-tingkat?” (QS. Nuh : 71)

الَّذِي خَلَقَ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ وَمِنَ الْأَرْضِ مِثْلَهُنَّ يَتَنَزَّلُ الْأَمْرُ بَيْنَهُنَّ لِتَعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ وَأَنَّ اللَّهَ قَدْ أَحَاطَ بِكُلِّ شَيْءٍ عِلْماً

“Allah-lah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula bumi. Perintah Allah berlaku padanya, agar kamu mengetahui bahwasanya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan sesungguhnya Allah ilmu-Nya benar-benar meliputi segala sesuatu.” (QS. ath-Thalaq : 12)

Dan masih banyak sekali ayat-ayat lain yang semisal. Ini menunjukkan bahwa yang menciptakan langit dan bumi beserta isinya adalah Allah ta’ala, bukan ‘Ali atau manusia yang lain. Boro-boro menciptakan langit dan bumi, menciptakan seekor lalat saja tidak akan mampu walaupun seluruh manusia di dunia ini bersatu. Maka kemudian Allah ta’ala menantang dengan sesuatu yang lebih gampang dari itu, yaitu mengambil makanan yang telah dirampas oleh seekor lalat. Sebagaimana hal ini difirman oleh Allah ta’ala (yang artinya):

“Hai manusia, telah dibuat perumpamaan, maka dengarkanlah olehmu perumpamaan itu. Sesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah sekali-kali tidak dapat menciptakan seekor lalatpun, walaupun mereka bersatu menciptakannya. Dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka, tiadalah mereka dapat merebutnya kembali dari lalat itu. Amat lemahlah yang menyembah dan amat lemah (pulalah) yang disembah.” (QS. al-Hajj : 73)

Ya, begitulah. Yang menyembah dan yang disembah (makhluk yang dijadikan sekutu Allah) sangatlah lemah. Maka, terhadap para pembuat sekutu itu kelak di akherat Allah ta’ala akan bertanya:

أَيْنَ شُرَكَائِيَ الَّذِينَ كُنتُمْ تَزْعُمُونَ

“Di manakah sekutu-sekutu-Ku yang dahulu kamu katakan?” (QS. Al-Qashash : 74)

Akan tetapi, ternyata makhluk-makhluk yang dulu mereka jadikan sekutu itu tidak membalas seruan mereka ketika di akherat. Allah ta’ala berfirman:

نَادُوا شُرَكَائِيَ الَّذِينَ زَعَمْتُمْ فَدَعَوْهُمْ فَلَمْ يَسْتَجِيبُوا لَهُمْ وَجَعَلْنَا بَيْنَهُم مَّوْبِقاً

“Serulah olehmu sekalian sekutu-sekutu-Ku yang kamu katakan itu”. Mereka lalu memanggilnya tetapi sekutu-sekutu itu tidak membalas seruan mereka dan Kami adakan untuk mereka tempat kebinasaan (neraka). (QS. Al-Kahfi : 52)[4]

Maka janganlah kamu sekalian mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah. Sesungguhnya Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. an-Nahl : 74)

Pesan untuk saudara-saudaraku kaum Muslimin

Sebagai upaya pengamalan ayat yang ke-3 dari surat al-‘Asyr yang isinya (salah satunya) saling menasehati dalam hal kebenaran, maka saya pribadi akan memberikan nasehat khususnya bagi diri saya pribadi dan ikhwan-akhwat Ahlus Sunnah pada umumnya. Terutama berkaitan dengan persoalan kita di atas.

Saudara-saudariku seiman. Perlu diketahui bersama, bahwa musuh-musuh Islam baik dari kalangan kafirin maupun munafikin berusaha ingin menghancurkan Islam dan umat Islam. Kalau mereka tidak mampu menghancurkan/ membasmi umat Islam dengan senjata-senjata mereka, maka mereka akan menghancurkan umat Islam dengan menjebol pondasi bangunan umat ini, yaitu aqidah Islam. Karena aqidah inilah satu-satunya kunci pertama kekuatan umat Islam. Sehingga kalau pondasi ini sudah jebol/ tidak kuat, maka akan mudah sekali bagi musuh-musuh Islam merobohkan tiang-tiang dan atap bangunan tersebut.

Rupanya proyek orang-orang kafir dalam menjebol sumber kekuatan umat ini berhasil. Makanya sekarang ini kenapa umat Islam mengalami kemerosotan drastis dalam berbagai segi?  Sehingga sebagian besar umat Islam tidak tahu arah dalam menjalani kehidupan di dunia ini. Mereka lebih mengutamakan dunianya ketimbang dien-nya. Kesyirikan, kekufuran, kemaksiatan terjadi di mana-mana, dan mereka menganggap semua itu adalah hal yang biasa.

Untuk itu, wahai saudara-saudariku seiman dan seaqidah Islamiyyah. Marilah, mulai saat ini kita perkuat aqidah kita. Jangan sampai melemah bahkan hancur. Aqidah itu akan benar dan lurus jika bersumber kepada al-Qur’an dan as-Sunnah sesuai dengan pemahaman para salafush shalih.

Kemudian berusahalah untuk menjauhi segala bentuk kesyirikan dan kekufuran, baik yang besar maupun yang kecil, yang nampak maupun yang tersembunyi. Sampai kepada masalah yang kelihatannya sepele sebagaimana di atas, yaitu memajang foto-foto atau simbol-simbol yang di dalamnya melambangkan kesyirikan dan kekufuran.

Dan berlindunglah kepada Allah ta’ala dari perbuatan syirik itu sebagaimana Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam telah mengajarkan kepada kita dengan do’anya:

اللهُمَّ إِنَّا نَعُوذُ بِكَ مِنْ أَنْ نُشْرِكَ بِكَ شَيْئًا نَعْلَمُهُ، وَنَسْتَغْفِرُكَ لِمَا  لَا نَعْلَمُ

“Ya Allah, sesungguhnya kami berlindung kepada-Mu dari perbuatan mensekutukan-Mu dengan sesuatu yang aku ketahui, dan aku mohon ampun kepada-Mu dari apa yang tidak aku ketahui.” (HR. Ahmad)

Wallaahu ta’ala a’lam bish shawwab, wallaahul musta’aan.

Semoga bermanfaat.

Bumi Allah, 5 Mei 2012


[1] Jarang sekali kalangan Syi’ah menyebut-nyebut Imam Hasan, bahkan mereka tidak pernah menyebut-nyebut Imam Hasan. Ada apa? Mungkinkah karena Imam Hasan tidak memiliki hubungan dengan kerajaan Persi (Iran), sedangkan (menurut mereka) Imam Husein memiliki isteri dari puteri seorang raja Persi (Yazdajrid). Walaupun sebenarnya hal itu adalah cerita palsu yang mereka buat. Silakan baca: http://ahmadbinhanbal.wordpress.com/2011/12/06/sentimen-kebangsaan-syiah-shafawi-dan-hubungannya-dengan-kisah-pernikahan-imam-husain-dan-syahzanan-binti-yazdrajid/

[2] Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam melarang umatnya meratapi kematian seseorang. Beliau bersabda: “Wanita yang meratapi mayyit bila tidak bertaubat sebelum matinya, akan dibangkitkan di hari kiamat dengan mengenakan pakaian dari tetesan ter dan gaup yang membawa penyakit gatal.” (H.R. Muslim)

[3] Menyingkap Hakikat Aqidah Syi’ah, Syaikh Abdullah bin Muhammad, hal. 56-57.

[4] Lihat pula ayat yang lain, diantaranya QS. Fushilat : 47 yang berbunyi:

أَيْنَ شُرَكَائِي قَالُوا آذَنَّاكَ مَا مِنَّا مِن شَهِيدٍ

Pada hari Tuhan memanggil mereka: “Dimanakah sekutu-sekutu-Ku itu?” , mereka menjawab: “Kami nyatakan kepada Engkau bahwa tidak ada seorangpun di antara kami yang memberi kesaksian (bahwa Engkau punya sekutu)”. (QS. Fushilat : 47)


Responses

  1. Informasi yang sangat bermanfaat

  2. informasi bermutu

  3. pemjelasan yang bagus..teruskan perjuangan

    • insyaAllah.. mohon dukungannya… ^_^ semoga bermanfaat…

  4. ASSALAMU’ALAIKUM ABU SUMAYYAH!!!Very Goody good information …

    • wa ‘alaikumussalam warahmatullaahi wa barakaatuh… semoga bermanfaat… ternyata berkunjung ke sini jg… hehe

  5. masya Allooh…, penyampaian yg bagus, lanjutkan perjuangan, tidak usah gentar!!!

    • insyaAllah ta’ala… jazaakumullaahu khoiron atas kunjungan dan dukungannya… salam ukhuwah…

  6. wa’alaikum salam..!
    ini sangat bermanfaat buat ummat muslim…!

    • Aamiin… jazaakumullaahu khoiron atas kunjungannya…

  7. ora bakal dhi gugu wong kang penggaweyane’ adhu adhu…
    dhi jak rukun kok angel yo… Syiah Sunni (aswaja) islam kabeh,..SALAFY WAHABY..Minggat kono….!

  8. hati-hati dengan tipu daya syiah


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: