Oleh: dakwahwaljihad | April 11, 2011

Apakah Anda Masih Menganggap Amerika dan Barat Sebagai Negara Super Power?

APAKAH ANDA MASIH MENGANGGAP AMERIKA DAN BARAT SEBAGAI NEGARA SUPER POWER ?

Syaikh al-Mujahid Usamah bin Ladin –hafidzahullaahu ta’ala

Wahai manusia janganlah kalian anggap besar mereka, janganlah kalian anggap besar Amerika dan balatentaranya, sungguh demi Alloh, kami telah memukul mereka berkali-kali, dan mereka kalah berulang-kali, dan mereka adalah orang yang paling pengecut dalam pertempuran. Dan telah nyata dalam peperangan dan perlawanan kami melawan Amerika bahwasanya mereka dalam peperangan selalu mengandalkan perang mental (propaganda), karena melihat alat-alat propaganda begitu besar yang mereka miliki. Selain itu mereka mengandalkan serangan udara yang sangat dahsyat, untuk menyembunyikan titik kelemahan mereka, yaitu rasa takut dan sifat pengecut, serta tidak adanya mental perang pada tentara Amerika. Kalau bukan karena sempitnya waktu, tentu saya akan ceritakan tentang hal itu banyak hal yang hampir-hampir tidak bisa dipercaya dalam peperangan kami di Torabora di Afghanistan. Saya berharap kepada Alloh untuk memberikan kesempatan sehingga kita bisa bercerita tentang itu semua secara detail. [1]

Sebagai permulaan, saya ceritakan kepada kalian beberapa kekuatan adi daya yang dikalahkan para mujahidin:

  1. Saya ingatkan kalian dengan kekalahan Uni Soviet yang telah lalu, yang akhirnya hanya menjadi sebuah kenangan setelah terjadi peperangan yang sengit selama sepuluh tahun dengan bangsa Afghan dan orang-orang Islam lainnya yang membantu mereka atas karunia Alloh. [2]
  2. Juga kekalahan Rusia di Chechnya, dan para mujahidin memberikan contoh yang sangat baik dalam berkorban. Para mujahidin Chechnya bersama dengan saudara-saudara mereka dari Arab menghancurkan kesombongan Rusia, mereka timpakan kerugian demi kerugian lalu Rusia pun pulang dengan membawa kekalahan setelah perang pertama.
  3. Lalu Rusia kembali lagi dengan bantuan Amerika. Dan sampai sekarang, Rusia terus menderita kerugian demi kerugian yang sangat besar dalam menghadapi sekelompok kecil yang beriman kepada Alloh ta’ala, kami berharap semoga Alloh meneguhkan dan menolong mereka. [3]
  4. Saya juga ingatkan kalian dengan kekalahan pasukan Amerika pada tahun 1402 H. Ketika Bani Israel menyerang Lebanon. Lalu para pejuang Lebanon menabrak markas tentara mariner Amerika di Beirut dengan truk yang telah diisi dengan bahan peledak, lalu mereka terbunuh lebih dari 240 orang, merekapun menuju neraka jahannam, dan jahannam adalah seburuk-buruk tempat kembali. [4]
  5. Kemudian setelah Perang Teluk kedua, Amerika memasukkan tentaranya ke Somalia, mereka bunuh 13 ribu orang dari kaum muslimin di sana, wa laa haula wa laa quwwata illa billaah. Dan ketika singa-singa Islam dari Arab Afghanista bangkit dan berjuang bersama saudara-audara mereka di sana, lalu mereka tenggelamkan kesombongan Amerika dalam tanah, mereka bunuh pasukannya, mereka hancurkan tank-tanknya dan mereka jatuhkan pesawat-pesawatnya. Maka Amerika dan sekutu-sekutunya pun lari tunggang langgang di kegelapan malam, satu sama lain tidak memperhatikan. Maka segala puji dan karunia bagi Alloh . [5]
  6. Dan pada masa itu, para pemuda jihad mempersiapkan bom pemusnah untuk Amerika di Aden, maka terjadilah peledakan sehingga tidak seorang pengecutpun kecuali lari dalam waktu kurang dari 24 jam.
  7. Kemudian pada tahun 1415 H terjadi peledakan di Riyadl yang menyebabkan terbunuhnya 4 orang Amerika, dan hal itu merupakan sebuah pesan yang jelas atas penolakan penduduk setempat terhadap politik Amerika dalam memberikan bantuan kepada Yahudi dan penjajahan di negeri Haromain (Dua Tanah Suci).
  8. Kemudian pada tahun berikutnya, terjadi ledakan lagi di Khobar yang menyebabkan terbunuhnya 19 orang dan 400 orang luka-luka, sehingga Amerika terpaksa memindahkan markas-markas besar mereka dari perkotaan ke kamp-kamp di padang pasir. [6]
  9. Kemudian setelah itu, pada tahun 1418 H para mujahidin mengancam Amerika di hadapan manusia, untuk segera menghentikan bantuan mereka terhadap Yahudi dan agar keluar dari negeri haromain (dua tanah suci). Amerikapun menolak peringatan tersebut. Lalu para mujahidin, atas karunia Alloh ta’ala, berhasil melakukan pukulan besar di Afrika Timur. [7]
  10. Kemudian Amerika diperingatkan sekali lagi, akan tetapi ia tidak mengindahkan peringatan tersebut, maka Alloh ta’ala pun membimbing para mujahidin untuk melakukan sebuah ‘amaliyyah istisyhaadiyyah (aksi bom syahid) yang besar, maka dihancurkanlah kapal perang Amerika USS Cole di Aden. Ini adalah sebuah tamparan yang sangat keras pada wajah tentara Amerika. Selain itu, ‘amaliyyah istisyhaadiyyah tersebut menbuktikan bahwa pemerintah Yaman adalah antek Amerika sebagaimana negara-negara timur tengah yang lainnya. [8]

Kemudian ketika para mujahidin melihat, bahwa komplotan penjahat di gedung putih menggambarkan masalah tidak dengan sebenarnya, bahkan pemimpin mereka — orang bodoh yang ditaati — menuduh bahwa kami ini iri dengan gaya hidup mereka. Padahal permasalahan yang sebenarnya, yang disembunyikan oleh sang Fir’aun masa kini, adalah bahwasanya kami menyerang mereka hanyalah karena kedloliman mereka kepada dunia Islam, khususnya di Palestina dan Irak serta penjajahan mereka terhadap negeri haromain (dua tanah suci). Dan ketika para mujahidin melihat hal itu, mereka memutuskan untuk memusnahkan opini tersebut dan memindahkan pertempuran ke tengah-tengah wilayah mereka dan ke jantung ibu kota negeri mereka (serangan 11 September 2001, ed).

Dinukil dari: Taujihat Manhajiyah
========================================================

[1] Syaikh Usamah bercerita tentang kejadian di Tora Bora: “…peperangan itu adalah peperangan yang besar yang dimenangkan oleh alul iman melawan seluruh kekuatan materialis milik para penjahat dengan dalam bentuk keteguhannya dalam memegang prinsip atas ijin dan karunia Alloh. Dan akan kuceritakan penggalan cerita tersebut untuk menunjukkan sifat pengecut mereka dari satu segi dan peranan khondaq dalam melemahkan mereka dari sisi lain.
Ketika itu jumlah kami mencapai 300 orang mujahid, dan kami telah menggali seratus khondaq yang tersebar pada wilayah yang tidak lebih dari satu mil persegi, dengan rata-rata satu khondaq 3 mujahid supaya kita dapat menghindari korban personal yang besar yang diakibatkan bombardir. Semenjak serangan pertama Amerika pada tanggal 20 rojab tahun 1422 H yang bertepatan dengan 7 Oktober tahun 2001 M markas-markas kami menghadapi bombardir yang sangat deras sekali, kemudian bombardir itu terus berlangsung dengan terputus-putus sampai pertengahan Romadhon dan berikutnya pada pagi hari tanggal 17 Romadhon terjadi bombardir yang dahsyat sekali, khususnya setelah para pemimpin Amerika yakin akan keberadaan beberapa pemimpin al-Qoidah di Tora Bora yang di antaranya adalah hamba yang faqir (Usamah), dan saudara dan mujahid Aiman Adh-Dhowahiri, bombardir sangat dahsyat, tidak satu menitpun berlalu kecuali ada pesawat tempur yang melintas di atas kami baik siang atau malam, kantor komando dikosongkan dan semuanya dikerahkan bersama kekuatan-kekuatan yang bersekutu dengannya, untuk menyapu dan menghancurkan tempat yang kecil ini dan memusnahkannya dari muka bumi. Pesawat-pesawat memuntahkan timah panasnya kepada kami khususnya setelah mereka menyelesaikam kepentingan pokoknya di Afghanistan. Dan tentara Amerika menghujani kami dengan bom yang cerdas, bom-bom yang memiliki ribuan artol, bom-bom cluster dan juga bom-bom pembakar goa. Dan pesawat pengebom seperti “B 52” meraung-raung di atas kami yang mana satu pesawat lebih dari 2 jam, satu kali tembakan antara 20 sampai 30 bom. Dan pesawat “C130” menghujani kami dengan bomnya. Dan juga bom-bom modern lainnya.

Namun meski bombardir yang begitu besar dan propaganda pers yang menakutkan, yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap sebuah tempat yang kecil lagi terkepung dari berbagai penjuru ini ditambah lagi dengan tentara munafiqin yang mereka bayar untuk berperang selama setengah bulan terus-menerus yang kami kalahkan semua serangan mereka setiap hari atas karunia Alloh, dan setiap kali kami pulangkan mereka dengan kekalahan dan membawa mayat-mayat dan orang-orang yang terluka, meskipun sudah begitu pasukan Amerika tidak berani memasuki tempat kami. Maka negara manakah yang lebih jelas pengecut, penakut dan kebohongannya dalam tulisan-tulisan mereka yang mengada-ada terhadap kekuatannya yang semu. Ringkasan pertempuran; adalah kegagalan besar bagi persekutuan jahat dunia dengan segala kekuatannya melawan sekelompok kecil mujahidin, melawan 300 mujahid yang berada dalam khondaq mereka dalam wilayah 1 mil persegi pada suhu sepuluh derajad dibawah nol. Dan hasil pertempuran itu dari korban personal kira-kira enam persen — kami berharap semoga Alloh menerima mereka sebagai syuhada’ — dan kerugian pada khondaq dua persen, dan segala puji bagi Alloh.” Sampai di sini, dinukil dari risalah beliau yang pertama untuk penduduk Irak.

[2] Tentang pengalaman jihad Afghanistan melawan Uni Soviet, Syaikh Abdulloh ‘Azzam berkata: “Ini adalah bukti di hadapan kalian, kekuatan terbesar di muka bumi berhadapan dengan bangsa muslim yang paling lemah di muka bumi, bangsa ini melakukan peperangan yang dahsyat selama sepuluh tahun tidak berhenti walaupun cuma sebentar. Sesungguhnya perang selama sepuluh tahun di afghanistan sama persis dengan thowaf di ka’bah. Sebagaimana thowaf selama sepuluh tahun ini tidak pernah berhenti mekipun sebentar, begitu pula jihad di afghanistan tidak berhenti walaupun cuma sebentar. Namun demikian seandainya Rusia berperang melawan jerman atau prancis atau inggris berapa lama negara-negara tersebut akan mampu menghadapinya? Apakah ia akan bertahan selama satu pekan?! Namun demikian bangsa ini mampu bertahan lantaran mereka bersandar kepada Robbnya, lanyaran tawakal mereka kepada pencipta mereka, mereka bergerak dari lembaran-lembaran kitab-Nya. Ia berdiri dengan kepala tegak, jiwa yang tinggi, tidak menganggukkan kepalanya atau lehernya kecuali kepada penciptanya, ia tidak merendahkan diri kecuali kepada penciptanya, ia bukktikan kepada seluruh dunia bahwa Islam itu lebih kuat daripada seluruh penduduk bumi, dan ia buktikan bahwa seorang muslim itu orang yang paling mulia dimuka bumi ini. Demi Alloh wahai saudar-saudaraku! Ketika aku melihat contoh yang hidup ini, pengalaman yang besar ini, peperangan-peperangan besar yang terjadi di daerah Hinduskus, di atas puncak pegunungan Sulaiman, di atas danau Harirud, al-Halmandan Jihun hampi-hampir orang tidak percaya bahwa ini semua adalah kejadian nyata yang terjadi atas daerah-daerah tersebut, ia mengira bahwa ini merupakan khayalan … raksasa ini telah bergerak dan bertolak dari qomqom dan tidak ada yang bisa mengembalikannya lagi, baik kekuasaan Amerika, atau kekuasaan dewan keaman. Baik kekuasaan bagi barat maupun kekuasaan siapapun.. tidak ada yang bisa membangunkan umat kecuali rentetan peluru, darah panas yang tertumpah dengan deras, para syuhada’ dan orang-orang yang terluka sepanjang perjalanan …” (Basyairun Nashri)

[3] Tentang kemenangan-kemenangan mujahidin di chechnya dalam peperangan terakhir melawan Rusia Syaikh Abu ‘Umar As-Saif berkata: “Di Chechnya atas karunia Alloh saudara-saudara kalian mampu menimpakan kerugian yang sangat besar pada tentara Rusia dan amunisi-amunisinya. Sebuah lembaga di Rusia yaitu lembaga ibu-ibu tentara Rusia telah mengumumkan bahwa tentara Rusia tang terbunuh mencapai 11.500, dan seorang pakar polotik Rusia mengatakan bahwa jumlahnya lebih dari itu.” (Dinukil dari makalah beliau yang berjudul Haalul Ummah Al Islamiyah Wal Irhabil Mafqud, Dzul Hijjah 1423 H)

[4] Sebuah kendaraan pengangkut yang penuh dengan bahan peledak menabrakkan dirinya pada 23 oktober tahun 1983 M tempat tinggal tentara infantri angkatan laut Amerika -mariner- dekat bandara internasional beirut, dalam ledakkan itu terbunuh 241 mariner, bob jurdan berbicara atas nama mariner tentang apa yang ia saksikan dari akibat peledaka: “Apa yang kulihat mengingatkanku dengan letusan gunung berapi ‘Helen’ di Washingthon Amerika, abu menutupi segala sesuatu sejauh pandangan mata, segala sesuatu yang terlihat adalah abu, akar-akar pepohonan nampak diantara reruntuhan, serpihan-serpihan usus bergantungan di pepohonan korma. Kami bisa melihat gedung bandara internasional beirut, sebelum terjadi peledakan kami tidak bisa melihatnya karena tempat tinggal mariner yang besar, yang berubah menjadi tumpukan setinggi satu tingkat rumah. Ketika kuperhatihan lebih serius terhadap benda yang kukira akar pohon itu ternyata ia mengalirkan cairan merah, ternyata itu adalah potongan jasad tentara mariner.” Dari acara harbu lubnan jilid 10 yang di sebarkan tv al-jaziroh pada tanggal 23/12/1421 H.

Dan serangan ini bersamaan dengan serangan lain yang menyerang tempat tinggal paratroper (tentara payung) Prancis di Beirut yang menyebabkan terbunuhnya kira-kira 50 orang.

[5] Syaikh Usamah berkata: “Dan kami yakin bahwa Amerika jauh lebih lemah dari pada Rusia, melihat dari cerita yang sampai kepada kami dari saudara-saudara kami yang berjihad di somalia, mereka sangat keheranan terhadap kelemahan tentara Amerika, mereka hanya terbunuh delapan puluh saja sudah lari pada malam gelap gulita dengan tidak meliahat sesuatupun, setelah ribut menebar propaganda penguasa dunia baru.” (wawancara dengan TV Al-Jaziroh pada tahun 1418 H.)

[6] Dalam ketetapan kantor kegiatan pers luar negeri Amerika pada 10/9/2001 M dengan judul “Keterangan Tentang Hakikat Urutan Kejadian Perang Melawan Teroris” 25 Juni 1996, sebuah kendaraan pengangkur diisi dengan bom dan ditabrakkan ke tempat tinggal tentara Amerika di Khobar kerajaan Saudi, yang mengakibatkan terbunuhnya 19 tentera Amerika.”

[7] Dalam ketetapan kantor kegiatan pers luar negeri Amerika yang tersebut di atas berbunyi: “Agustus 1998; para pelaku bunuh diri yang bergabung dengan Usamah bin Ladin dua kedutaan Amerika di neurobi di kenya dan darus salam di tanzania menyerang dengan mengghunakan mobil pengangkut yang diisi dengan bahan peledak. Dua serangan itu menyebabkan terbunuhnya 213 orang dan ribuan lainnya terluka di kenya … Dan terbunuhnya 11 orang di tanzania. Kesaksian para pelaku serangan itu yang disampaikan dalam persidangan pada Februari 2001 M memberikan keterangan baru usaha keres Usamah bin Ladin dan organisasi terorisnya, Al-Qo’idah untuk mendapatkan senjata pemusnah masal yang berasal dari Khorthum di Sudan, yaitu pada akhir tahun 1993 atau akhir tahun 1994.”

[8] Disebutkan dalam ketetapan kantor kegiatan pers luar negeri Amerika yang tersebut di atas: “Pada oktober tahun 2000; para teroris yang bergabung dengan Usamah bin Ladin menyerang kapal perang USS Cole yang merupakan bagian dari persenjataan laut Amerika di perairan Aden Yaman. Serangan itu menyebabkan terbunuhnya 18 awak kapal perang tersebut dan 42 lainnya luka-luka.”

“BERDO’ALAH UNTUK MUJAHIDIN YANG SEDANG BERJIHAD DI MANAPUN BERADA DAN JANGAN SEKALI-KALI MENGATAKAN TENTANG MEREKA KECUALI KEBAIKAN.”











Responses

  1. Artikel yg sangat mencerahkan,


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: