Oleh: dakwahwaljihad | Maret 8, 2011

Persamaan Syi’ah (Rafidhah) dengan Khawarij

PERSAMAAN SYI’AH ROFIDHOH DENGAN KHAWARIJ

Dengan menyebut asma Allah, segala puji hanya milik-Nya. Shalawat dan salam semoga tetap tercurah atas junjungan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Khawarij dan Syi’ah muncul secara bersamaan dalam satu waktu dan dari satu tempat, akan tetapi sebagian besar dasar pokok dan tujuan mereka berbeda-beda. Meski begitu keduanya memiliki kesamaan yang nyata dalam beberapa hal sebagai berikut:

1. Sikap Ghuluw (berlebih-lebihan)

Keduanya bersepakat dalam landasan dasar berbuat ghuluw (berlebih-lebihan), akan tetapi mereka berselisih pada penerapannya. Ghuluwnya kelompok Khawarij adalah ekstrem dalam permasalahan agama dan hukum-hukumnya, bara’ (berlepas diri) dan bersikap keras terhadap orang-orang yang menyelisihinya. Hal itu berdampak pada pengkafiran (terhadap pemimpin), keluar (dari kepemimpinannya) dan memeranginya. Sedangkan ghuluw yang dilakukan oleh Syi’ah adalah terhadap seseorang seperti ghuluw terhadap Ali Radhiyallahu ‘anhu dan Ahlul Bait serta yang lainnya.

2. Bodoh, dungu dan picik pandangan

Setiap kelompok Khawarij ataupun Syi’ah pada umumnya berpandangan picik, bodoh dan dungu. Hal yang menunjukkan akan kebodohan Khawarij adalah sikap mereka terhadap para sahabat dan keluarnya mereka dari pemimpin (imam) dan jama’ah (kaum muslimin). Sedangkan kebodohan Syi’ah dapat dilihat dari sikap ghuluw mereka terhadap Ali Radhiyallahu ‘anhu, padahal Ali sendiri berlepas diri dari perbuatan mereka dan pernah menasehati sebagian kelompok orang dari mereka.

3. Kurang paham terhadap ilmu syar’i dan lemah dalam memahami persoalan agama

Cirri-ciri yang menonjol kelompok Khawarij adalah tertipu dengan ilmu (mereka) yang dangkal, tidak punya semangat dalam menuntut dan memperdalam ilmu (Syar’i). sedangkan Syi’ah, mereka tidak menuntut ilmu dari ahlinya, dan tidak menimbanya dari para imam Ahlus Sunnah, bahkan sumber-sumber ilmu mereka berasal dari para pendusta dan pemalsu (hadits). Kedua firqah ini dalam banyak hal tidak memperhatikan hadits ataupun sunnah kecuali apa yang sesuai dengan hawa nafsu mereka.

4. Menjauhi sunnah dan keluar dari pemimpin dan jama’ah kaum muslimin.

Khawarij telah keluar dari jama’ah dalam permasalahan keyakinan (aqidah) dan perbuatan, mereka menentang para imam kaum muslimin dengan mengangkat pedang. Adapun Syi’ah / Rafidhah, mereka keluar dari jama’ah dalam masalah keyakinan dan perbuatan serta berpandangan untuk menentang dengan mengangkat pedang, akan tetapi disyaratkan –sesuai pandangan mereka- munculnya imam Mahdi yang mereka klaim. Oleh karenanya mereka selalu berlomba-lomba untuk menciderai kaum muslimin. (hal itu terbukti dalam sejarah kekejaman Syi’ah sepanjang masa).

5. Enggan beramal dengan dasar hadits dan atsar salaf:

Semua kelompok Khawarij dan Syi’ah tidak berpedoman pada sunnah yang shahih ataupun sunnah yang banyak dilakukan umat Islam kecuali jika mereka memandang bahwa sunnah tersebut dapat menopang hawa nafsunya. Dan mereka ini juga menjauhi atsar para salaf.

6. Rusaknya pemahaman mereka terhadap para sahabat:

Khawarij mengkafirkan sebagian sahabat seperti Ali, Utsman, Mua’wiyah, Abu Musa al-Asy’ari dan ‘Amru bin al-‘Ash Radhiyallahu ‘anhum, serta para sahabat yang ikut dalam perang Jamal dan Shiffin dan yang lainnya. Mereka juga mencela dan mencacat sebgaian kaum salaf. Adapun Syi’ah (Rafidhah), mereka mengkafirkan seluruh sahabat dan sama sekali tidak memberikan pujian kepada mereka kecuali kepada sejumlah kecil saja dari sahabat itu, mereka mencela setiap kaum salaf dan para pemuka agama terlebih lagi adalah para pengikut Ahlus Sunnah.

7. Mengkafirkan orang yang berbeda dengan mereka dari kalangan kaum muslimin:

Khawarij dan Syi’ah, keduanya mengkafirkan kaum muslimin lantaran berbeda pendapat dengan mereka walaupun dasar pengkafiran kedua kelompok tersebut saling berbeda. Khawarij mengkafirkan sebagian sahabat disebabkan oleh pengamalan dan penentuan masalah tahkim, mengkafirkan pelaku dosa besar dari kaum muslimin serta mengkafirkan setiap orang yang menyelisihi mereka dan tidak bergabung dengan pasukan mereka, dengan beberapa perbedaan dari mereka tentang derajat kekafiran, antara kufur lantaran syirik atau kufur terhadap nikmat Allah. Sedangkan Rafidhah (Syi’ah) mengkafirkan seluruh para sahabat dan mengklaim bahwa mereka telah murtad (kecuali sebagian kecil sahabat, yang tidak lebih dari tujuh orang saja, menurut sebagian mereka). Yang jelas, keduanya mengkafirkan seluruh kaum muslimin, baik pemimpin ataupun kalangan awamnya.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata:

“Dasar pernyataan Rafidhah adalah bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan nash (wasiat) kepada Ali secara jelas karena beliau telah udzur, Ali adalah imam yang ma’shum, barang siapa menyelisihinya berarti kafir, kaum muhajirin dan anshar menyembunyikan nash (wasiat), telah berbuat dhalim dan melampaui batas, bahkan (Syi’ah) telah mengkafirkan mereka (sahabat) kecuali sejumlah kecil saja dari mereka, sekitar belasan atau lebih. Mereka menyatakan; sesungguhnya Abu Bakar dan Umar serta yang semisalnya masih tergolong munafiq. Mereka katakan; (para sahabat) sempat beriman kemudian berubah menjadi kafir. Mayoritas mereka mengkafirkan orang yang meyelisihi ucapan mereka, dan menamakan diri mereka sebagai orang-orang mukmin sedang orang yang menyelisihinya mereka anggap kafir, kota-kota Islam yang tidak boleh muncul perkataan (keyakinan) mereka di sana mereka anggap sebagai Negara murtad (daar riddah), lebih buruk dari kota-kota kaum musyrikin dan nashrani.

Oleh karenanya mereka loyal kepada bangsa yahudi, nashrani dan kaum musyrikin atas sebagian jumhur kaum muslimin, mereka loyal kepada bangsa Eropa yang nashrani atas jumhur kaum muslimin, begitu juga mereka loyal kepada bangsa yahudi di atas jumhur kaum muslimin. Dari mereka muncul induk-induk kezindikan dan kemunafikan, seperti kezindikan Qaramithah aliran kebatinan dan yang semisal mereka, tidak diragukan bahwa merekalah kelompok pembuat bid’ah (membuat hal baru yang menyimpang) dari Al-Qur’an dan As-Sunnah. Dengan ini mereka adalah orang-orang yang terkenal oleh masyarakat umum dengan penyimpangannya terhadap sunnah, kebanyakan masyarakat umum tidak mengenal (kebencian yang amat sangat) terhadap orang sunni melainkan dari orang rafidhi (rafidhah syi’ah), jika seseorang berkata: saya sunni maknanya dia bukan seorang rafidhah (syi’ah).

Dan tidak ragu pula bahwa mereka (syi’ah) lebih buruk dari pada kelompok khawarij; meski pada permulaan Islam, khawarij mengangkat pedang menentang ahlul jama’ah (kaum muslimin). Loyalitas mereka (syi’ah) kepada kaum kafir lebih besar dari pada pedang-pedangnya kaum Khawarij. Aliran (syi’ah) Qaramithah dan Isma’iliyah serta yang semisalnya termasuk kelompok yang memerangi ahlul jama’ah meski mereka menisbatkan diri kepada ahlul jama’ah. Khawarij terkenal dengan kejujurannya sedangkan Rafidhah (syi’ah) terkenal dengan kedustaannya. Khawarij keluar (lepas) dari Islam sementara mereka (syi’ah) menentang Islam.” [fnoor/m.a/syiahindonesia.com]

Iklan

Responses

  1. 2. Bodoh, dungu dan picik pandangan <===== kalau sudah menjustify seperti ini, apa bedanya dengan yg nulis ?

    • Dan ini memang terbukti. Betapa orang2 Syi’ah adalah kumpulan orang2 dungu dan ngeyel. Sampai-sampai Imam Abu Ja’far Muhammad Al Baqir, salah seorang dari 12 imam Syi’ah pernah berkata: “Jika seluruh manusia menjadi Syi’ah kami, maka 3/4nya ragu-ragu terhadap kami dan sisanya adalah orang dungu.” ( Rijalul Kisyi hal. 179 ).

  2. Sama deh dengan Salafy Wahabi, tiga serangkai kesesatan….


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: