Oleh: dakwahwaljihad | Februari 28, 2011

Undangan bagi Penuding Ba’asyir, Datanglah ke Pesantren Al Mukmin

Undangan Bagi Penuding Ba’asyir

DATANGLAH KE PESANTREN AL MUKMIN

Pondok Ngruki ( Komplek Putra ) Dari Depan

Walaupun artikel ini ditulis delapan tahun yang silam, akan tetapi tak ada salahnya ana posting lagi. Agar orang-orang yang selama ini selalu menuduh bahwa Pesantren Al Mukmin  atau yang lebih dikenal dengan Pondok Ngruki adalah sarang teroris, bisa menilai, apakah Pesantren tersebut memang mencetak kader teroris ( yang sukanya mengebom sana-sini ) ataukah sebaliknya, mencetak kader Ulama’ al-Aamilina fie Sabiilillah??? …..

Silakan membaca…..

Kepala Sekolah Kuliyatul Mu`allimin (KMI) Al Islamiyah Pondok Pesantren (Ponpes) Al Mukmin Ngruki Sukoharjo, Ustadz Sholeh Ibrahim minta agar pihak-pihak yang menuding Ustadz Abu Bakar Ba`asyir sebagai teroris perlu datang ke Ponpes ini untuk melihat langsung materi pelajaran yang diberikan kepada santri.

“Kalau mereka tidak bisa, minimal ajudan atau orang kepercayaan datang ke sini untuk melihat materi pelajaran yang diberikan kepada santri, apakah ada materi pelajaran yang berbau politis atau tidak,” katanya di ruang kerjanya, Jumat.

Ia menyatakan, merasa heran kenapa Ustadz Abu Bakar bisa dikatakan seorang teroris, atas dasar apa mereka menuduh seperti itu.

“Kalau berdasarkan pengakuan Umar Al Faruq, tentunya juga tidak mendasar karena Ustad Abu Bakar Ba`asyir tidak mengenal yang bersangkutan. Saya jadi bertanya sebenarnya ada apa di balik tuduhan kepada salah seorang pendiri Ponpes Al Mukmin ini,” katanya.

Materi pelajaran yang diberikan kepada para santri di Ponpes ini hampir 80 persen soal agama Islam, sedangkan selebihnya antara lain bahasa Inggris, Matematika, IPA, Bahasa Indonesia serta Sejarah Bangsa Indonesia.

Jika melihat kegiatan santri, kata dia, terlihat tidak ada waktu luang sedikitpun untuk melakukan perbuatan yang menyimpang karena Ponpes ini akan memberikan sanksi yang berat kepada santri yang terbukti melakukan penyimpangan.

Unit pendidikan di Ponpes yang didirikan 10 Maret 1972 adalah Kuliyatul Mu`allim (KMI)/Takhosus Putra, Kuliyatul Mu`allim (KMI)/Takhosus Putri, SLTP Tsanawiyyah Islam (MtsI), Madrasah Aliyah Al-Mukmin (MAAM), Ma`had Soghor (masigh) Pon, Balita serta Ma`had Aly (MAly).

Kegiatan Santri Al Mukmin Ngruki yang jumlahnya 2002 ini, yaitu bangun 03.30 WIB persiapan sholat subuh berjamaah, pukul 04.30 hingga 04.45 membaca Al Qur`an, 04.45 hingga 05.45 WIB melakukan olahraga/kerja pagi/mandi, 07.00 hingga 11.55 WIB masuk sekolah, 11.55-12.30 WIB masuk sekolah siang, 15.50-17.10 WIB kegiatan ekstra kurikuler.

Mulai pukul 18.15-19.00 WIB adalah pengajian atau membaca Al Quran, 20.00-22.00 WIB belajar malam di kelas masing-masing dibimbing oleh Ustadz.

Berdasarkan pemantauan di Ponpes Al Mukmin Ngruki Sukoharjo, bahwa kegiatan belajar-mengajar di Ponpes ini terlihat normal meski diliputi rasa ketegangan.

Di pintu gerbang utama Ponpes ini terlihat ada sekitar enam hingga tujuh santri yang berjaga-jaga untuk memantau setiap tamu yang masuk.

Tamu yang ingin mengunjungi Ponpes yang terletak di kecamatan Cemani Kabupaten Sukoharjo itu diharuskan meninggalkan kartu identitas dan menulis di buku tamu, yaitu identitas, maksud dan tujuan serta siapa yang dituju.

Santri yang berada di pintu gerbang itu akan mempersilahkan tamu untuk menunggu di ruangan yang telah disediakan. Baru, kalau memang yang dituju ada maka santri tersebut akan mempersilahkan untuk bertemu dengan orang yang diinginkan.

“Sebenarnya proses belajar-mengajar di sini normal, tetapi sempat terganggu dengan adanya pengambilan secara paksa Ustadz Abu Bakar Ba`asyir dari ruang perawatan di RS PKU Muhammadiyah ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan,” katanya.

Dia menjelaskan, pengambilan secara paksa oleh petugas kepolisian itu membuat para santri marah dan kecewa, apalagi mereka sudah melayangkan surat ke Mabes Polri agar Ustadz Ba`asyir diberi kesempatan beristirahat satu atau dua hari setelah menjalani perawatan medis tetapi ternyata ditolak.

“Ini yang membuat santri kecewa dan menyesalkan tindakan aparat kepolisian,” kata Sholeh Ibrahim. [Tma, Ant]

Dinukil dari: http://www.gatra.com/2002-11-01/artikel.php?id=21993

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: