Oleh: dakwahwaljihad | Januari 24, 2011

Mengenal Syi’ah ( Bag. III )

MENGENAL SYIAH ( Bag. III )

F. Hujatan Kepada Para Shahabat.

Para Shahabat Nabi saw yang dipuji Alloh dalam QS.At-Taubah : 100 sebagai As-Sabiquna al-Awwalun, yakni orang-orang terdahulu yang pertama masuk Islam dari Muhajirin dan Anshar, Allah telah ridha pada mereka, dan Allah telah menjanjikan bagi mereka tempat kembalinya surga. Dimata kaum Rafidhah para shahabat Nabi saw itu adalah murtaddin yang busuk. Sebagai ilustrasi, saya nukilkan beberapa riwayat berikut :

Al-Kulaini didalam kitabnya Furu’ul Kafi Kitab Ar-Raudhah hal 115 menyebutkan dari Abu Ja’far as : Semua manusia telah murtad sepeninggal Nabi saw kecuali tiga orang. Saya bertanya : Siapakah ketiga orang itu? Beliau menjawab : Al-Miqdad bin al-Aswad, Abu Dzar al-Ghifari dan Salman al-Farisi.

Muhammad Al-Baqir Al-Majlisi dalam kitabnya Haqqul Yakin : 533 menjelaskan bahwa Abu Hamzah At-Tamali menceritakan bahwa dia bertanya kepada Imam Zainal Abidin tentang Abu baker dan Umar. Maka Imam menjawab : Keduanya adalah kafir dan orang-orang yang membai’at keduanya juga kafir.

Dihalaman 519 Al-Majlisi menyatakan : Akidah kami dalam hal kebencian adalah membenci empat berhala, yaitu : Abu Bakar, Umar, Utsman dan Mu’awiyah, dan empat wanita, yaitu : Aisyah, Hafshah, Hindun dan Ummul Hakam, serta seluruh orang yang mengikuti mereka. Mereka adalah sejelek-jeleknya makhluk Allah dimuka bumi. Tidaklah sempurna iman kepada Allah, rasul-Nya dan para Imam kecuali setelah membenci musuh-musuh tadi.

Al-Mula Kazhim dalam Ajma’u al-Fadhaih : 157 dari Imam Zainal abiding : Barang siapa melaknat al-Jibti (Abu Bakar) dan ath-Thaghut (Umar) dengan sekali laknat, maka Allah mencatat 70 juta kebaikan dan dihapus sejuta dosa, Allah mengangkat derajatnya 70 juta derajat.

Maqbul Ahmad menyebutkan dalam Bioghrafinya hal 551 : Yang dimaksud dengan Fahsya adalah sayid yang pertama yaitu Abu Bakar, dan Munkar adalah syaikh kedua, yaitu Umar, sedangkan Baghyi adalah orang yang ketiga yaitu Utsman. Dibagian lain ia menyebutkan : Yang dimaksud dengan Kufr adalah Abu Bakar, Fusuq adalah Umar dan Ishyan adalah Utsman.

Orang-orang Syiah mempunyai sebuah doa yang mereka namai Do’a Shanamai Quraisy (Permohonan Untuk dua berhala quraisy, yakni Abu Bakar dan Umar). Do’a tersebut berbunyi : Ya Allah laknatilah kedua berhala Quraisy, kedua patung Quraisy, kedua pendusta Quraisy dan kedua putrinya. Keduanya telah menyalahi perintah-Mu, mencintai musuh-musuh-Mu, melupakan semua karunia-Mu, menelantarkan hukum-Mu, dan mengingkari bukti-bukti kebenaran-Mu. Ya Allah laknatlah keduanya dalam relung rahasiah-Mu dan dalam alam nyata-Mu, laknat yang banyak, terus-menerus, abadi selama-lamanya, tidak pernah berhenti dan tidak pernah putus, tidak pernah habis dan tidak pernah pupus, menerjang awalnya dan tidak kembali akhirnya, untuk mereka, pembantu mereka, penolong mereka, pecinta mereka, para mawali mereka, yang pasrah kepada mereka, yang cenderung kepada mereka, yang meninggikan mereka, yang meneladani ucapan mereka dan membenarkan hukum mereka. Ya Allah siksalah mereka dengan siksa yang penduduk neraka-pun berlindung dari padanya, Amin ya Rabbal-Alamin. (Tuhfah al-Awam, Manshur Husain, hal 423 dan Bihar al-Anwar, Al-Majlisi, jilid 82 hal 260)

G.Pandangan Ahlul-Bait Kepada Syiah

Banyak kitab Syiah yang menjelaskan tentang kemarahan Ahlul Bait kepada para pengikutnya, sebagai contoh :

Amirul Mukminin Ali ra berkata : Kalaulah aku bisa membedakan pengikutku, maka tidak akan aku dapatkan kecuali orang yang memisahkan diri. Kalaulah aku menguji mereka, maka tidak akan aku dapatkan kecuali orang-orang murtad. Kalaulah aku menyeleksi seribu orang dari mereka, maka tidak akan ada yang lolos seorangpun. (al-Kafi, kitab Ar-Raudhah 8 : 338)

Imam Husein bin Ali dalam mendoakan pengikutnya berkata : Ya Allah, jika Engkau memberi ni’mat kepada mereka, maka cerai beraikanlah mereka sejadi-jadinya, jadikanlah mereka menempuh jalan yang berbeda-beda, janganlah Engkau ridhai kepemimpinan mereka untuk selamanya, karena mereka menyeru untuk menolong kami, kemudian mereka memusuhi kami dan membunuh kami. (al-Irsyad, Muhammad An-Nu’man Al-Mufid 2 : 10)

Imam Hasan bin Ali berkata : Demi Allah, saya melihat Muawiyah lebih baik bagiku dari pada mereka, mereka mengaku sebagai pengikutku, namun mereka berusaha membunuhku dan merampas hartaku. Demi Allah untuk mengambil dari Muawiyah apa yang dapat melindungi darahku dan merasa aman ditengah-tengah keluargaku lebih baik dari pada mereka membunuhku, sehingga menjadi sia-sialah Ahlu Baitku. (Al-Ihtijaj, Ath-Thubrusi 2 : 10)

Imam Zainal Abidin berkata kepada penduduk Kufah: “Apakah kamu sekalian mengetahui bahwa kalian menulis kepada bapakku lalu kalian menipunya. Kalian memberi sumpah dan janji kepadanya atas kerelaan diri kalian sendiri, tapi kemudian kalian memeranginya dan toidak menolongnya. Dengan mata yang mana kalian melihat Rasulullah saw ketika beliau bersabda : Kalian memerangi keturunanku, merusak kehormatanku, maka kalian bukanlah ummatku. (al-Ihtijaj 2 : 29)

Imam Abu Ja’far Muhammad Al Baqir, salah seorang dari 12 imam syi’ah: “Jika seluruh manusia menjadi syiah kami, maka 3/4nya ragu-ragu terhadap kami dan sisanya adalah orang dungu.” ( Rijalul Kisyi hal. 179 ).

Bersambung……!!!

 


Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: