Oleh: dakwahwaljihad | April 30, 2010

Jejak-Jejak Thaifah Manshurah

JEJAK-JEJAK THAIFAH MANSHURAH

“Wahai kaum muslimin, sesungguhnya aku telah diberikan amanat untuk memimpin kalian, padahal aku bukanlah yang terbaik……Tidaklah sebuah kaum meninggalkan jihad kecuali Allah pasti akan memberikan kekuasaan kepada musuh atas mereka. ”
Umar bin al-Khattab mengatakan, “Dengan cara apapun kalian mencari kemuliaan, akan tetapi tidak dengan jalan yang diajarkan Islam. Maka pasti Allah akan menghinakan kalian.”

Ketahuilah ikhwah…
Islam hanya akan tegak dengan jalan yang pernah diwariskan oleh para leluhur dien ini. Yakni jalan dakwah dan jihad. Bukan dengan jalan menanggalkan prinsip-prinsip dan akhlaq Islam. Kemuliaan dan kemenangan hanya dari Allah semata, meraihnya pun dengan jalan yang diridhai-Nya. Inilah jalan yang dipahami oleh kedua shahabat yang agung ini, yaitu Abu Bakar ash-Shiddiq dan Umar al-Faruq. Dan inilah jalan yang dipahami oleh Thaifah Manshurah.

Pengawal Tonggak Kenabian

Saat menggambarkan jati diri para shahabat, Ibnu Mas’ud mengatakan, “Barangsiapa yang akan mengambil contoh, maka hendaklah ia mengambil contoh dari orang yang telah wafat…Mereka adalah shahabat Muhammad, mereka adalah generasi terbaik umat ini, hatinya lebih suci, ilmunya sangat dalam, taklifnya sedikit. Allah telah memilih mereka sebagai pengawal nabi-Nya dan tonggak dien-Nya. Ikutilah petunjuknya, dan teladanilah akhlaqnya semaksimal mungkin. Karena sesungguhnya mereka berada di atas petunjuk yang lurus.” (Tafsir al-Baghawi, 2/453)
Mereka adalah generasi Thaifah Manshurah pertama, mereka menjadi pengawal Rasulullah dalam menyebarkan dakwah. Keteguhan iman dan kesucian jiwa mereka telah teruji lewat berbagai macam cemoohan, ejekan, intimidasi sampai pembunuhan.
Pada tahun ke-13 kenabian, mereka mengadakan hijrah ke Madinah dengan ikhlas. Kemudian di sana mereka membangun perekonomian umat dan pemerintahan. Tidak berselang lama, ujian keimanan untuk kedua kalinya datang, berjihad melawan kafir Quraisy. Ketika di Badar, Rasulullah bersama para shahabatnya yang berjumlah kurang lebih 313 orang dengan senjata serba minim harus berhadapan dengan 1000 pasukan musuh dengan persenjataan serba lengkap.
Kemenangan telak diraih oleh generasi Thaifah Manshurah pada perang kali ini. 70 orang kafir diantar ke neraka, dan 70 orang lainnya ditawan. Peperangan demi peperangan dijalani oleh generasi awal, mereka berpindah dari satu medan ke medan jihad yang lainnya. Syaikh Muhammad Nuh mengatakan, “Tidak ada ibadah yang paling disenangi oleh para shahabat setelah keimanan kepada Allah, melebihi jihad di jalan Allah.”
Pada puncaknya, dengan izin Allah mereka mampu menaklukkan Makkah yang pada saat itu menjadi pusat peradaban di Jazirah Arab. Itulah sekilas perjuangan Thaifah Manshurah generasi pertama. Mereka meretas jalan kemuliaan dan memberikan contoh tentang jalan yang harus di tempuh oleh generasi selanjutnya demi menggapai izzul Islam wal Muslimin, yakni jalan imam, hijrah dan jihad.

Menghancurkan Dua Super Power Kekafiran

Sepeninggal Rasulullah, Abu Bakar memegang kendali kekhalifahan. Salah satu kebijakan yang beliau ambil ketika itu adalah mengarahkan tombak jihad melawan dua kekuatan super power dunia pada saat itu. Romawi yang menguasai sebagian besar wilayah Syam, dan Persia yang menguasai Iarak dan sekitarnya.
Khalid dan Mutsanna dipilih sebagai panglima perang. Keberanian dan kejujuran iman pasukan Islam ini mengantarkan mereka dalam meraih kemenangan demi kemenangan atas pasukan Persia yang memiliki persenjataan yang sangat lengkap dan jumlah pasukan yang berlipat.
Sebanyak 12.000 personil dibawah komando Abu Ubaidah bin Jarrah diberangkatkan untuk mengempur Romawi. Pasukan cadangan yang berjumlah 6.000 orang dipimpin oleh Ikrimah bin Abu Jahl bergabung dengan pasukan Abu Ubaidah. Adapun Romawi menyambut pasukan Islam dengan 240.000 prajurit lengkap. Sebelum peperangan pecah, pasukan Khalid yang diminta untuk membantu Abu Ubaidah telah tiba. Perimbangannya 26.000 melawan 240.000. Jumlah yang sangat tidak imbang.
Kedua pasukan ini berperang dengan sengit. Pasukan mujahidin berperang dengan gagah berani. Hanya dua tujuan yang ingin mereka capai, hidup mulia atau syahid. Ikrimah bin Abu Jahl membentuk pasukan berani mati (katibatul maut) yang berjumlah 400 orang. Mereka menyerang pasukan Romawi dengan ganas. Kemenangan gilang-gemilang diraih umat Islam pada peperangan ini. Sebanyak kurang lebih 100.000 pasukan Romawi menjadi mayat.
Demikian generasi shahabat dan tabi’in, mereka telah mengajarkan kepada umat ini bahwa kemenangan tidak ditentukan dengan kuantitas, akan tetapi dengan kualitas keimanan dan ketakwaan mereka.

Menundukkan Pasukan Salib

Melihat keadaan umat Islam yang semakin melemah, ditandai dengan munculnya berbagai macam konflik diantara umat Islam sendiri, seperti Bani  Umayyah dengan Bani Abasiyyah, pemberontakan dan pengkhianatan yang dilakukan oleh orang-orang Syi’ah. Maka ketika itu, tokoh-tokoh besar Kristen Barat, seperti Sri Paus berambisi merebut wilayah-wilayah Islam.
Maka sebanyak 35.000 Batrix dan setiap Batrix mengepalai sebanyak 200.000 pasukan kavaleri dengan persenjataan lengkap bergerak menyerang Islam. Ketika itu pada masa kekhalifahan Bani Abasiyah, yang kursi kekhalifahan dipegang oleh Abu Ja’far dan panglimanya adalah Alib Arsalan. Adapun jumlah pasukan khilafah saat itu hanya 20.000 personil.
Dengan sikap kesatria mereka dan diimbangi rasa tawakkal yang penuh kepada Allah, pasukan Islam mampu memporak-porandakan pasukan Salib, dan menawan beberapa raja dan panglimanya.
Ambisi para tokoh gereja dan raja Kristen Barat untuk menghancurkan Islam semakin menguat. Berbagai usaha mereka lakukan untuk menghancurkan Islam dan umat Islam ini. Perang yang berjalan selama dua abad lebih ini memakan banyak korban. Ibnu Katsir –rahimahullaahu ta’ala- dalam al-Bidayah wa al-Nihayah menyebutkan, bahwa saat pasukan Salib mengusai Baitul Maqdis, mereka menyembelih tidak kurang dari 60.000 umat Islam.
Baitul Maqdis direbut kembali oleh Panglima Shalahudin al-Ayubi pada perang Hittin. Shalahudin juga mengakhiri penjajahan orang-orang Salibis yaitu pada perang Akka. Pada pertempuran ini pasukan Islam menang telak. Pasukan Salib pada akhirnya meminta damai, lalu menyerahkan al-Quds ke pangkuan umat Islam. Akhirnya Thaifah Mashurah lewat jihadnya berhasil mengembalikan kemuliaan Islam dan umatnya.

Benih-Benih Thaifah Manshurah

Setelah runtuhnya Khalifah Utsmaniyah (1924 M). Maka ketika itu umat Islam bak anak ayam yang kehilangan induknya. Lemah dan bercerai berai. Pada saat seperti ini, maka Amerika dan Uni Sovyet menobatkan dirinya sebagai negara super power yang mempunyai kekuasaan di dunia ini. Keduanya kemudian mulai menguatkan cengkramannya di berbagai negara. Afghanistan menjadi sasaran Uni Sovyet.
Tapi kemudian Allah kembali menunjukkan kekuatan dan janji-Nya kepada setiap Thaifah Manshurah yang berjihad. Mujahidin Afghanistan yang kala itu dengan persenjataan yang jauh lebih sederhana dibandingkan dengan tentara Uni Sovyet berhasil mengusir negara super power kedua ini. Imperium Uni Sovyet hancur berantakan menjadi negara-negara kecil.
Sepertinya, Amerika kali ini akan bernasib sama dengan rivalnya, Uni Sovyet. Ia akan rontok di hadapan tunas-tunas Thaifah Mashurah yang disemai di medan jihad Afghanistan. Jihad global melawan kekafiran mulai menggurita dan penyebarannya begitu cepat di berbagai belahan bumi: Dagestan, Tajikistan, Moro, Kasymir, Palestina, Somalia, Irak, Aljazair, dan lain-lain. Mudah-mudahan dengan munculnya tunas-tunas Thaifah Mashurah ini, sebagai awal untuk meraih izzul Islam wal Muslimin. Amin.

(Dikutip dari Majalah An-Najah, No. 05/VI/Maret/2010, dengan penambahan dan pengurangan seperlunya.)

Iklan

Responses

  1. DEKLARASI PERANG PENEGAKKAN DINUL ISLAM
    DISELURUH DUNIA
    Bismillahir Rahmanir Rahiim
    Dengan Memohon Perlindungan dan Izin
    Kehadirat Allah Subhanahu Wa Ta’ala,
    Rabb Pemelihara dan Penguasa Manusia,
    Raja Manusia yang Berhak Disembah Manusia.
    Rabb Pemilik Tentara Langit dan Tentara Bumi

    Pada Hari Ini : Yaumul Jum’ah 6 Jumadil Akhir 1436H
    Markas Besar Angkatan Perang
    Khilafah Islam Ad Daulatul Islamiyah Melayu

    Mengeluarkan Pengumuman kepada
    1. Seluruh Ummat Islam (Bangsa Islam) yang hidup di benua Afrika
    2. Seluruh Ummat Islam (Bangsa Islam) yang hidup di benua Eropa
    3. Seluruh Ummat Islam (Bangsa Islam) yang hidup di benua Asia
    4. Seluruh Ummat Islam (Bangsa Islam) yang hidup di benua Asia Tenggara
    5. Seluruh Ummat Islam (Bangsa Islam) yang hidup di benua Amerika
    6. Seluruh Ummat Islam (Bangsa Islam) yang hidup di benua Australia
    7. Seluruh Ummat Islam (Bangsa Islam) yang hidup di Kutup Utara
    8. Seluruh Ummat Islam (Bangsa Islam) yang hidup di Kutup Selatan
    9. Seluruh Ummat Islam (Bangsa Islam) diseluruh Dunia

    PENGUMUMAN DEKLARASI PERANG SEMESTA
    Terhadap Seluruh Negara yang Tidak
    Menggunakan Hukum Berdasarkan Al-Qur’an dan As-Sunnah Rasulullah SAW.
    Perang Penegakkan Dinuel Islam ini Berlaku disemua Pelosok Dunia.

    MULAI HARI INI
    YAUMUL JUM’AH 6 JUMADIL AKHIR 1436H
    BERLAKULAH PERANG AGAMA
    BERLAKULAH PERANG DINUL ISLAM ATAS DINUL BATHIL
    BERLAKULAH HUKUM PERANG ISLAM DISELURUH DUNIA
    MEMBUNUH DAN TERBUNUH FISABILILLAH

    “Dan BUNUHLAH mereka di mana saja kamu jumpai mereka, dan USIRLAH mereka dari tempat mereka telah mengusir kamu (Mekah); dan fitnah itu lebih besar bahayanya dari pembunuhan, dan janganlah kamu memerangi mereka di Masjidil Haram, kecuali jika mereka memerangi kamu di tempat itu. Jika mereka memerangi kamu (di tempat itu), maka bunuhlah mereka. Demikanlah balasan bagi orang-orang kafir. Kemudian jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi dan (sehingga) ketaatan itu hanya semata-mata untuk Allah. Jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu), maka tidak ada permusuhan (lagi), kecuali terhadap orang-orang yang zalim.”
    (Q.S: al-Baqarah: 191-193).

    BUNUH SEMUA TENTARA , POLISI, INTELIJEN , MILISI SIPIL ,HAKIM DAN
    BUNUH SEMUA PEJABAT SIPIL Pemerintah Negara Yang Memerintah dengan Hukum Buatan Manusia (Negara Kufar).

    BUNUH SEMUA MEREKA-MEREKA MENDUKUNG NEGARA-NEGARA KUFAR DAN MELAKUKAN PERMUSUHAN TERHADAP ISLAM.
    JANGAN PERNAH RAGU MEMBUNUH MEREKA sebagaimana mereka tidak pernah ragu untuk MEMBUNUH, MENGANIAYA DAN MEMENJARAKAN UMMAT ISLAM YANG HANIF.

    INTAI, BUNUH DAN HANCURKAN Mereka ketika mereka sedang ada dirumah mereka jangan diberi kesempatan lagi.
    GUNAKAN SEMUA MACAM SENJATA YANG ADA DARI BOM SAMPAI RACUN YANG MEMATIKAN.

    JANGAN PERNAH TAKUT KEPADA MEREKA, KARENA MEREKA SUDAH SANGAT KETERLALUAN MENENTANG ALLAH AZZIZUJ JABBAR , MENGHINA RASULULLAH SAW, MENGHINA DAN MEMPERBUDAK UMMAT ISLAM.
    BIARKAN MEREKA MATI SEPERTI KELEDAI KARENA MEREKA ADALAH THOGUT DAN PENYEMBAH THOGUT

    HANCURKAN LULUHKAN SEMUA PENDUKUNG PEREKONOMIAN NEGARA-NEGARA KUFAR
    DARI HULU HINGGA HILIR

    HANYA SATU UNTUK KATA UNTUK BERHENTI PERANG,
    MEREKA MENYERAH DAN MENJADI KAFIR DZIMNI.
    DAN BERDIRINYA KHILAFAH ISLAM AD DAULATUL ISLAMIYAH.
    KHALIFAH IMAM MAHDI.

    Kemudian jika mereka berhenti dari memusuhi kamu, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi
    Maha Penyayang.

    Dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi dan sehingga ketaatan itu hanya semata-mata untuk Allah.
    Jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu),
    maka tidak ada permusuhan (lagi),
    kecuali terhadap orang-orang yang zalim.
    Al-Baqarah : 192-193

    SAMPAIKAN PESAN INI KESELURUH DUNIA,
    KEPADA SEMUA ORANG YANG BELUM TAHU ATAU BELUM MENDENGAR

    MARKAS BESAR ANGKATAN PERANG
    KHILAFAH ISLAM AD DAULATUL ISLAMIYAH MELAYU
    PANGLIMA ANGKATAN PERANG PANJI HITAM
    Kolonel Militer Syuaib Bin Sholeh


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: