Oleh: dakwahwaljihad | April 24, 2010

Pernikahan Muslim dengan Ahli Kitab dalam Perspektif Fiqih (bag. III)

PERNIKAHAN MUSLIM DENGAN AHLI KITAB DALAM PERSPEKTIF FIQIH

Menyikapi Argumentasi Kaum Liberal (bag. III)

Ditulis oleh: Ibnu  Sudirman

Ahli Kitab Pada Zaman Sekarang

Dari penjelasan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa orang-orang Yahudi dan Nasrani pada masa sekarang ini yang masih berpegang kepada kitab Taurat dan Injil, maka mereka digolongkan Ahli Kitab walaupun dalam kitab-kitab mereka terdapat banyak penyimpangan, mengalami banyak penambahan dan pengurangan. Akan tetapi lain halnya, jika ada diantara mereka ada yang berpegang kepada kitab selain Injil dan Taurat. Mereka tidak digolongkan sebagai Ahli Kitab, walaupun agama mereka Yahudi atau Nasrani. Sebagaimana halnya dikalangan Yahudi ada yang berpegang kepada kitab Talmud.[1]

Adapun mengenai diperbolehkannya menikahi wanita-wanita Ahli Kitab pada masa sekarang ini, para ulama berselisih pendapat. Sebagian ulama memperbolehkan dengan berbagai persyaratan, diantaranya mereka harus mentauhidkan Allah –subhaanahu wa ta’ala-, dan tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apapun. Jika ia dari kalangan Yahudi, maka ia harus mengikuti ajaran Musa –‘alaihi salaam-, dan jika dari kalangan Nasrani, maka ia harus mengikuti ajaran Isa –‘alaihi salaam-. Jika seorang wanita Nasrani mengatakan bahwa Allah salah satu dari yang tiga, maka ia tidak halal untuk dinikahi. Begitu pula jika seorang wanita Yahudi mengatakan bahwa Uzair adalah anak Allah, maka tidak dihalalkan untuk menikahinya, karena ia musyrik.[2]

Walaupun demikian, jumhur ulama berpendapat tentang diperbolehkan menikahi mereka secara mutlak tanpa adanya persyaratan. Barangsiapa yang beragama Ahli Kitab dan menasabkan kepada mereka, maka dihalalkan bagi seorang Muslim untuk menikahinya walaupun mereka mengakui trinitas (Allah salah satu dari yang tiga).[3] Masalah ini akan dibahas secara lebih mendetail pada pembahasan berikutnya, dengan berbagai pendapat ulama dan alasan-alasan mereka. Sehingga akan lebih jelas, apakah wanita-wanita Yahudi dan Nasrani pada masa sekarang ini diperbolehkan untuk dinikahi atau tidak?.

Hikmah Diperbolehkan bagi Muslim Menikah dengan Wanita Ahli Kitab

Timbul pertanyaan dalam benak kita, kenapa dalam al-Qur’an, Allah –subhaanahu wa ta’ala– memperbolehkan bagi seorang Muslim untuk menikah dengan wanita dari kalangan Ahli Kitab dan mengharamkan wanita non-Ahli Kitab? Dan juga mengharamkan bagi seorang muslimah menikah dengan laki-laki kafir, baik dari kalangan Ahli Kitab ataupun non-Ahli Kitab?.

Ternyata dalam hal ini ada alasan tersendiri, diantaranya:

  1. Untuk menghilangkan tabir (pembatas-pembatas) yang memisahkan antara Ahli Kitab dengan Islam.[4] Hal ini dikarenakan dengan menikahi wanita-wanita mereka, maka akan terjadi internalisasi dan hubungan antara keduanya.
  2. Dalam pernikahan tentu terwujud adanya suatu pergaulan dan kedekatan antara anggota keluarga. Sehingga hal itu akan membuka kesempatan bagi seorang isteri dari Ahli Kitab untuk mempelajari Islam lebih dalam dan mengetahuinya lebih jauh tentang hakekat Islam itu sendiri dan pokok-pokok ajarannya. [5]
  3. Seorang Muslim beriman akan kebenaran ajaran yang dibawa oleh semua rasul dan beriman kepada agama-agama yang memiliki dasar-dasar ajaran agama yang benar. Sehingga hal ini tidak akan membahayakan bagi seorang wanita Ahli Kitab dalam aqidahnya (keyakinannya) dan perasaannya. Adapun sebaliknya, orang kafir tidak beriman terhadap kebenaran agama Islam, maka hal ini sangat membahayakan jika seorang muslimah menikah dengan laki-laki kafir karena kemungkinan besar suami yang kafir tersebut akan mempengaruhi isterinya agar masuk ke dalam agamanya yang kafir. Dan secara fitrahnya, seorang wanita memiliki sifat mudah terpengaruh dan selalu tunduk, sehingga dalam pernikahannya akan menyakitkan perasaannya dan merusak aqidahnya.[6]

Maka diharapkan bagi seorang Muslim yang memiliki keinginan untuk menikahi wanita dari kalangan Ahli Kitab agar tidak menjadikan alasan-alasan yang bersifat duniawi semata sebagai tujuan utamanya, akan tetapi yang lebih penting dari itu semua adalah menjadikan alasan-alasan di atas sebagai tujuan dari pernikahannya. Sehingga disamping mendapatkan keuntungan yang bersifat duniawi, iapun akan mendapatkan keuntungan yang bersifat ukhrawi. Begitu juga bagi seorang muslimah, agar tidak menghalalkan sesuatu yang telah diharamkan Allah –subhaanahu wa ta’ala– dengan alasan cinta kepada seseorang. Akan tetapi dirinya harus melihat jauh dampak yang akan terjadi dari sebuah pelanggaran terhadap syari’at yang telah ditetapkan oleh Allah –subhaanahu wa ta’ala-. Baik dampak yang akan terjadi di dunia berupa kehinaan dan rusaknya aqidah, ataupun yang akan terjadi di akherat kelak berupa adzab yang pedih. Semoga Allah –subhaanahu wa ta’ala– selalu melindungi kita dari itu semua. Hanya kepada-Nyalah kita mengharapkan pertolongan dan meminta perlindungan. (bersambung ke bag. IV)……………..

 (dakwahwaljihad.wordpress.com)

Bekasi, 19 April 2010


[1]Talmud terbagi menjadi dua, yakni yang pertama adalah kitab Misnah sebagai nash asli (matan) adalah kepingan-kepingan undang-undang yang dibuat oleh bangsa Yahudi untuk kepentingan mereka sendiri, guna melengkapi kitab Taurat. Kitab ini disusun oleh Judah Hanasi pada tahun 190 – 200 SM. Dan yang kedua adalah kitab Gemara yang tersusun atas Gemara Jerusalem yang berisi rekaman diskusi para tokoh agama (Hakhom) yang ada di Palestina dan Gemara Babilon yang berisi rekaman penafsiran Misnah oleh para tokoh agama Yahudi di Babilon. [Lihat: Zhafarul Islam Khan, Talmud dan Ambisi Yahudi, terj. Mustafa Mahdamy, (Surabaya: Pustaka Anda, 1985), cet Ke-1, hal. 10]

[2]Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin, asy-Syarhu al-Mumti’ ‘ala Zaadi al-Mustaqni’, (Daar al-Anshar, 2003 M), cet. Ke-1, juz V hal. 193.

[3]Ibid., hal. 194.

[4]Al-Sayid Sabiq, Fiqhu al-Sunnah, (Beirut: Daar al-Fikr, 1403 H/1983 M), cet. Ke-4, jilid II, hal. 91.

[5]Ibid.

[6]Prof. Dr. Wahbah al-Zuhaili, al-Fiqhu al-Islami wa Adilatuhu, (Beirut: Daar al-Fikr, 1418 H/1997 M), cet. Ke-4, juz IX, hal. 6654.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: