Oleh: dakwahwaljihad | April 24, 2010

Jihad Afghan yang Berbarakah

JIHAD AFGHAN YANG BERBARAKAH

(Pelajaran Bagi Amerika dan Sekutu-Sekutunya)

Oleh: Puji Yanto

قَاتِلُوهُمْ يُعَذِّبْهُمُ اللّهُ بِأَيْدِيكُمْ وَيُخْزِهِمْ وَيَنصُرْكُمْ عَلَيْهِمْ وَيَشْفِ صُدُورَ قَوْمٍ مُّؤْمِنِينَ.

Perangilah mereka (orang-orang kafir), niscaya Allah akan menghancurkan mereka dengan (perantaraan) tangan-tanganmu dan Allah akan menghinakan mereka dan menolong kamu terhadap mereka, serta melegakan hati orang-orang yang beriman.” (QS. At-Taubah: 14)

Ayat di atas menjelaskan bahwa Allah pasti akan menghinakan dan membinasakan orang-orang kafir yang berusaha memerangi orang-orang yang beriman dengan perantara tangan-tangan orang-orang yang beriman itu sendiri. Hal ini telah menjadi suatu kenyataan dalam peperangan yang terjadi sejak zaman Rasulullah –shallallaahu ‘alaihi wa sallam– (bahkan sebelum diutusnya Rasulullah –shallallaahu ‘alaihi wa sallam-) sampai saat ini. Sebagai contoh realitas yang terjadi abad ini adalah pertempuran antara mujahidin Afghanistan melawan pasukan penjajah Beruang Merah Rusia. Sebagaimana hal ini dituturkan oleh Asy-Syaikh (Asy-Syahid insyaAllah) Abdullah Azzam –rahimahullahu ta’ala- dalam bukunya “Aayaat al-Rahmaan fie Jihaad al-Afghan“.  Berikut kisahnya.

Allahlah yang Melempar dan Membunuh Tentara-Tentara Kafir itu.

Pada tanggal 10 Nopember 1988, pesawat-pesawat musuh membombardir daerah Chakri. Saat terjadi serangan, mujahidin bersembunyi/berlindung, kecuali seorang lelaki buta huruf bernama al-Hajj Muhammad `Umar. Ia melihat pesawat tempur itu, lalu menengadah ke atas dan berdo’a, “Wahai Tuhanku…Engkau lebih kuat dari pesawat-pesawat tempur itu, apakah Engkau akan membiarkan orang-orang kafir itu membantai kami dengan pesawat-pesawat tempur dan roket-roket mereka? Wahai Tuhanku… mana yang lebih kuat… Engkau ataukah mereka?! Belum sampai do’anya habis, mendadak pesawat tempur tadi meledak dan jatuh. Di dalam pesawat tempur tadi terdapat dua jenderal Rusia, itu menurut siaran-siaran berita yang dipancarkan oleh radio-radio. Banyak sekali kisah-kisah yang menceritakan hal seperti itu.

Nashiruddin Manshur menuturkan sebuah peristiwa kepadaku: Ghul Muhammad adalah seorang pemuda mujahid. Suatu malam ia kembali ke batalyon pasukannya, namun tersesat di pertengahan jalan. Dan tak disangka, ia justru masuk wilayah markas tentara Rusia. Tentu saja ia lalu ditangkap dan diinterogasi. Salah seorang perwira Rusia menanyainya, “Sebelum kami membunuhmu, saya hendak menanyakan kepadamu satu pertanyaan, ‘Bagaimana peluru-peluru senjata kalian terkadang membakar tank-tank kami?'”

Berkata pemuda itu dalam hati, “Saya pasti akan mati, maka lebih baik saya buat mereka ketakutan.” Katanya kemudian, “Bukan hanya peluru-peluru kami saja yang bisa menembus tank. Bahkan andaikata kami melempar batu pun, niscaya ia akan mampu menembus tank.”

Perwira Rusia itu penasaran. Lalu ia berkata, “Itu tank. Sekarang ambillah batu dan lemparkan ke arah tank itu, agar aku lihat bagaimana batu itu menembus dan membakar tank!”

“Biarkan saya mengerjakan shalat dua raka’at dahulu,” pinta pemuda itu.

Setelah diperbolehkan, maka Ghul Muhammad segera mengerjakan shalat. Pada saat sujud, dia berdo’a, “Wahai Rabb-ku… janganlah Engkau membuka aibku. Engkau mengetahui batu-batu itu tak akan dapat berbuat apa-apa.” Demikianlah, lama dia berdo’a. Dan sesudah selesai shalat, didatangkan padanya sebuah tank. Kemudian Ghul Muhammad mengambil segenggam batu kerikil dan dilemparkan ke arah tank tersebut, mendadak tank tersebut menyala dan terbakar. Menyaksikan kejadian tersebut, perwira Rusia tadi segera memerintahkan anak buahnya untuk menjauhkan tank-tank yang lain agar tidak ikut terbakar. Lalu dia mengembalikan senjata Ghul Muhammad dan berkata, “Ambil dan pergilah, kami tidak ingin membunuhmu.”

Maha benarlah Allah –subhaanahu wa ta’ala- dengan firman-Nya,

فَلَمْ تَقْتُلُوهُمْ وَلَـكِنَّ اللّهَ قَتَلَهُمْ وَمَا رَمَيْتَ إِذْ رَمَيْتَ وَلَـكِنَّ اللّهَ رَمَى وَلِيُبْلِيَ الْمُؤْمِنِينَ مِنْهُ بَلاء حَسَناً إِنَّ اللّهَ سَمِيعٌ عَلِيمٌ.

“Dan tiadalah kalian yang membunuh mereka, akan tetapi Allah lah yang membunuh mereka; dan tidaklah kamu yang melempar saat kamu melempar, akan tetapi Allah lah yang melempar….” (QS. al-Anfaal : 17)

Malaikat Menyertai Para Mujahidin

Kisah tentang keikutsertaan para malaikat bersama mujahidin sangat mutawatir sekali. Sebagaimana hal ini diceritakan dalam buku “Aayaat al-Rahmaan fie Jihaad al-Afghan“. Di antaranya, adanya serombongan kawanan burung yang terbang di bawah pesawat-pesawat (musuh) membela mujahidin, sehingga anak-anak pun dapat membedakan antara pesawat-pesawat yang tidak akan melancarkan serangan dengan pesawat-pesawat yang akan melancarkan serangan. Jika pesawat-pesawat itu diikuti oleh serombongan burung-burung, maknanya bakal ada serangan. Maka anak-anak kecil itupun bersembunyi di tempat-tempat perlindungan. Dan telah menjadi kisah yang mutawatir, kalau burung-burung itu datang sebelum tibanya pesawat-pesawat tempur, maka mujahidin tahu bakal datangnya pesawat tempur musuh. Jika pesawat-pesawat tempur musuh datang, maka burung-burung tadi terbang persis di bawah pesawat. Seperti telah diketahui bahwa kecepatan pesawat tempur adalah dua kali lipat kecepatan suara, yakni 1000 m/detik. Burung apa yang terbang 1000 m/detik?! Menyaingin kecepatan pesawat tempur MIG 21 dan MIG 23…ini mustahil!! Burung hanya bisa terbang 12 m/detik… adapun jika terbang tiga kali kecepatan suara, sedang kecepatan suara adalah 365 m/detik atau dua kali kecepatan suara yang berarti 730 m/detik, maka burung apa yang bisa terbang sejauh 730 meter per detik? Namun para mujahidin bersepakat bahwa jika burung-burung itu terbang menyertai pesawat tempur, maka kerugian yang mereka derita sangat kecil atau bahkan nihil.

Di antara mujahid yang sering sekali melihat burung-burung itu ialah Muhammad Karim. Ia mengatakan, “Saya melihatnya lebih dari 20 kali.” Jalaluddin Haqqani juga mengatakan, “Saya sering sekali melihatnya.” Maulawi Arsalan berkata, “Saya sering sekali melihatnya.” Sedangkan mereka yang hanya sering saja -tanpa tambahan ‘sekali’- melihatnya ialah Muhammad Sirrin, Maulawi `Abdul Hamid, Wazir Bad Syah, Sayyid Ahmad Syah, Ali Ghan, serta banyak lagi yang lain…yang melihat burung-burung itu serta disampaikan berita tentang hal itu dari mereka.

Sesungguhnya perasaan mereka dekat sekali dengan malaikat, malaikat dekat dengan mereka, dan sesungguhnya para malaikat turut dalam peperangan-peperangan. Ini adalah ma’iyyah (kesertaan) malaikat, yang meninggalkan kegembiraan yang begitu dalam serta kebahagiaan yang begitu besar di dalam hati.

Maulawi Arsalan menuturkan, “Pernah suatu kali kami yang berjumlah 35 orang dikepung tank-tank, kami memberi perlawanan gigih hingga amunisi senjata kami habis. Saat itu saya menginginkan bisa terbunuh dengan cara apapun supaya tentara-tentara Rusia tidak menangkap saya hidup-hidup. Kemudian dalam detik-detik terakhir yang sangat kritis itu, kami menghadapkan seluruh diri kami kepada Rabbul-`Alamiin, berdo’a kepada Allah agar jangan sampai kiranya Allah memberikan jalan pada orang-orang kafir itu untuk menangkap kami.” Berkata Maulawi Arsalan lebih lanjut, “Dan rahmat Allah itu dekat dengan orang-orang yang berbuat baik. Tiba-tiba situasi pertempuran menjadi berubah, tank-tank musuh yang semula mengepung kami kini terkepung dari segenap penjuru. Kami mendengar suara-suara, namun tak melihat seorang pun. Dan akhirnya tentara-tentara Rusia itu kalah dan porak-poranda.”

Setelah mendengar penuturannya, maka Asy-Syaikh Abdullah Azzam bertanya pada Arsalan (seorang figur keamanan yang membebaskan atau ikut serta dalam membebaskan daerah propinsi yang luas bernama Paktia, serta menerapkan hukum Islam di sana), “Bagaimana Anda menafsirkan hal tersebut? Apakah mereka itu malaikat?” Dia menjawab, “Kalau mereka bukan malaikat, maka siapa lagi?”

Maka benarlah firman Allah –subhaanahu wa ta’la- dalam kitab-Nya,

إِذْ تَقُولُ لِلْمُؤْمِنِينَ أَلَن يَكْفِيكُمْ أَن يُمِدَّكُمْ رَبُّكُم بِثَلاَثَةِ آلاَفٍ مِّنَ الْمَلآئِكَةِ مُنزَلِين*    بَلَى إِن تَصْبِرُواْ وَتَتَّقُواْ وَيَأْتُوكُم مِّن فَوْرِهِمْ هَـذَا يُمْدِدْكُمْ رَبُّكُم بِخَمْسَةِ آلافٍ مِّنَ الْمَلآئِكَةِ مُسَوِّمِينَ   *

(Ingatlah), ketika kamu (Muhammad) mengatakan kepada orang mukmin, “Apakah tidak cukup bagi kamu Allah membantu kamu dengan tiga ribu malaikat yang diturunkan (dari langit)?” “Ya (cukup), jika kamu bersabar dan bersiap-siaga, dan mereka datang menyerang kamu dengan seketika itu juga, niscaya Allah menolong kamu dengan lima ribu Malaikat yang memakai tanda. “ (QS. Al-Anfal: 124 – 125).

Disebutkan bahwa Qadhi Baghdadi bersumpah bahwa beliau pernah ikut serta dalam sebuah pertempuran. Beliau sama sekali tidak membawa anti-tank, namun tank-tank musuh hancur berantakan di hadapan mereka. Bagaimana hal tersebut bisa terjadi?

Tentara-tentara Rusia sering bertanya seraya menunjukkan peluru di tangan mereka, “Dari mana kalian dapatkan peluru ini?” Peluru tersebut bukan buatan Amerika, bukan pula buatan Rusia… para malaikat menggunakan senjata baru…yang jelas banyak sekali kisah mengenai hal tersebut.

Berapa Banyak Golongan yang Sedikit Mengalahkan Golongan yang Banyak dengan Izin Allah -ta’ala-.

Allah –subhaanahu wa ta’ala-

كَم مِّن فِئَةٍ قَلِيلَةٍ غَلَبَتْ فِئَةً كَثِيرَةً بِإِذْنِ اللّهِ وَاللّهُ مَعَ الصَّابِرِينَ.

“Berapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Anfal: 249).

Pada hari `Arafah, 9 Dzul Hijjah 1403 H, pasukan Rusia menyerang sebuah desa bernama Durasu. Di desa tersebut terdapat 60 mujahid. Sementara pasukan Rusia membawa 180 tank dan sejumlah personil yang ikut dalam penyerangan sebanyak 16.000 orang tentara, 12.000 orang di antaranya adalah tentara Rusia dan 4.000 orang sisanya adalah tentara komunis Afghan. 16.000 orang melawan 60 orang, masih juga didukung dengan 14 pesawat tempur dan 180 buah tank dan kendaraan lapis baja. Berkobar pertempuran yang tidak seimbang, 60 orang melawan 16.000 orang. Dengar, 60 orang melawan 16.000 orang!!! Namun demikian, pasukan Rusia mengalami kekalahan. 770 orang tentara mereka tewas terbunuh, sebagian berhasil ditawan. Sementara di pihak mujahidin, hanya 1 orang saja yang mati syahid, yakni Muhammad Aslam. Adakah akal manusia bisa mempercayai kejadian ini?

Benarlah firman Allah –subhaanahu wa ta’ala-,

إِن يَكُن مِّنكُمْ عِشْرُونَ صَابِرُونَ يَغْلِبُواْ مِئَتَيْنِ وَإِن يَكُن مِّنكُم مِّئَةٌ يَغْلِبُواْ أَلْفاً مِّنَ الَّذِينَ كَفَرُواْ بِأَنَّهُمْ قَوْمٌ لاَّ يَفْقَهُونَ.

Jika ada dua puluh orang yang sabar diantaramu, niscaya mereka akan dapat mengalahkan dua ratus orang musuh. Dan jika ada seratus orang yang sabar diantaramu, niscaya mereka akan dapat mengalahkan seribu dari pada orang kafir, disebabkan orang-orang kafir itu kaum yang tidak mengerti.” (QS. Al-Anfal: 65).

Sesungguhnya kejadian ini di luar kemampuan akal manusia untuk memahaminya, sebab ini merupakan (wujud) kekuasaan Allah –subhaanahu wa ta’ala-, keluar dari hukum alam, menyalahi hukum dan tabi’at kehidupan yang dapat dicerna oleh akal manusia sehari-hari. Jika kalian merasa bimbang dan ragu mengenai kisah-kisah ini, maka silakan cermati kembali (ajaran dalam) Dien ini -jika kalian mau-, dan silakan periksa kembali. Ketahuilah, bahwa separuh dari (ajaran) Dien ini menyeru manusia agar beriman terhadap hal yang ghaib.

Anda berhak menolak kebenaran dari satu atau dua kisah tadi. Akan tetapi menafikan (menolak atau meniadakan) seluruh kisah-kisah tadi, adalah sangat berbahaya dan membahayakan aqidah anda. Oleh karena aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah telah menyatakan,

“Dan Allah menetapkan adanya karamah bagi para wali-wali –Nya, dan barangsiapa menafikannya, maka campakkan saja perkataannya.”

Tanyakan kepada para ulama salaf…tanyakanlah pada Ibnu Taimiyah…tanyakanlah pada Ahmad bin Hanbal.

Ibnu Taimiyah –rahimahullaahu ta’ala- mengatakan, “Aku berada dalam penjara. Sebelum masuk penjara, aku biasa mencari-cari keluarga yang miskin untuk aku berikan bantuan kepada mereka. Setelah aku masuk penjara, maka mereka datang menengokku dan memberitahukan, ‘Engkau masih terus mendatangi kami dan memberikan santunan sama seperti yang sudah-sudah.'” Berkata Ibnu Taimiyah –rahimahullaahu ta’ala-, “Boleh jadi mereka itu adalah saudara-saudara kita dari bangsa jin yang menampakkan diri seperti diriku dan mengerjakan hal-hal yang dulu aku lakukan.”

Buku Aayaat al-Rahmaan fie Jihaad al-Afghan membicarakan tentang karamah terbesar yang terjadi pada masa sekarang ini. Karamah apakah itu? Karamah-karamah besar!, yakni kemenangan-kemenangan yang berhasil direbut dan dicapai bangsa Afghan (kisah ini bukan kisah khayalan), yang terisolir atas kekuatan adidaya (super power), Uni Sovyet. Kemenangan-kemenangan yang menjadikan orang-orang yang mempunyai mata hati tersadar dan mengerti akan adanya karamah-karamah yang telah lama menghilang dari realita kehidupan kaum muslimin dalam masa yang cukup panjang, bahkan sebagian orang-orang Islam kembali menggunakan lidah-lidah mereka untuk mencabik-cabik daging (baca: mencerca dan menggunjing) orang-orang yang mempercayai karamah-karamah tersebut. Padahal, karamah-karamah tersebut mampu menjadikan seorang wartawan Nasrani dari Perancis menulis dalam surat kabar, dengan huruf-huruf besar, “AKU MELIHAT TUHAN DI AFGHANISTAN“. Juga mampu mendorong seorang wartawan komunis dari Italia menyatakan keislamannya secara terbuka di televisi. Dia memberikan pernyataan secara terus terang, “Aku melihat kawanan burung membela pihak mujahidin, mereka terbang di bawah roket-roket yang dijatuhkan pesawat-pesawat tempur di Aghanistan.”

Sesungguhnya karamah-karamah yang terjadi pada kaum muslimin Afghan lebih banyak daripada karamah-karamah yang terjadi pada para shahabat -radhiyallaahu `anhum-. Kenapa bisa demikian? Apakah orang-orang Afghan lebih baik daripada shahabat?. Tentunya tidak. Dalam hal ini Ibnu Taimiyyah dan Ahmad bin Hanbal –rahimahumallaahu ta’ala-, menyebutkan bahwa karamah-karamah yang terjadi pada masa tabi’in lebih banyak daripada yang terjadi pada para sahabat, padahal para sahabat adalah seutama-utama generasi manusia sesudah Rasulullah -shallallaahu `alaihi wa sallam-. Hal ini dikarenakan karamah-karamah tersebut diturunkan oleh Allah untuk menentramkan hati dan meneguhkan keyakinan orang-orang yang beriman agar tetap berada di jalan Allah apabila keimanan mereka melemah.

Demikianlah Allah –subhaanahu wa ta’la- berfirman,

وَمَا جَعَلَهُ اللّهُ إِلاَّ بُشْرَى لَكُمْ وَلِتَطْمَئِنَّ قُلُوبُكُم بِهِ وَمَا النَّصْرُ إِلاَّ مِنْ عِندِ اللّهِ الْعَزِيزِ الْحَكِيمِ.

“Dan Allah tidak menjadikan pemberian bala bantuan itu melainkan sebagai kabar gembira bagi (kemenangan)mu, dan agar tenteram hatimu karenanya. Dan kemenanganmu itu hanyalah dari Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. Al-Anfal: 126).

Seharusnya Amerika dan sekutu-sekutunya bisa mengambil pelajaran dari peperangan antara mujahidin dan pasukan kafir Rusia, dan juga pada peperangan-peperangan yang telah terjadi antara kaum mukminin dengan kaum kuffar pada masa silam. Ingatlah pada perang Badr Kubra (ketika itu kaum Muslimin berjumlah 300 prajurit melawan kaum musyrikin Quraisy yang berjumlah 1.000 prajurit, dan pada akhir peperangan kaum musyrikin Quraisy mengalami kekalahan telak), Perang Mu’tah (ketika itu kaum Muslimin berjumlah 3.000 prajurit melawan pasukan Romawi yang berjumlah 200 ribu prajurit, dan akhirnya pasukan Romawi bertekuk lutut), Perang Hittin (perang Salib ke-III, ketika itu pasukan muslimin dipimpin oleh panglima Shalahudin al-Ayubi, yang pada akhirnya beliau bisa mempecundangi orang-orang Salib), dan ingatlah pada perang-perang yang lain. Dan saya yakin, haqqul yakin….tinggal menunggu waktu, pasukan Amerika, Barat, NATO dan sekutu-sekutu mereka, pasti akan segera bertekuk lutut, baik di Afghan, Iraq, maupun di tempat-tempat lain. Allah –subhaanahu wa ta’ala- bersama dengan orang-orang beriman. ALLAHU AKBAR.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: